Tautan-tautan Akses

Demonstrasi Antikudeta Berlanjut di Myanmar


Warga membuat barikade untuk memblokir polisi di Mandalay, Myanmar, 4 Maret 2021.

Palang Merah mendesak pihak berwenang Myanmar agar melindungi tenaga sukarela dan petugas kesehatannya sementara kekerasan di negara itu berlanjut.

Dalam sebuah pernyataan hari Jumat, Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa baru-baru ini di Myanmar.

“IFRC mendesak pengendalian diri dan penghentian kekerasan di seluruh Myanmar,” kata direktur IFRC untuk kawasan Asia Pasifik, Alexander Matheou.

“Di tengah-tengah kekerasan yang memburuk, Palang Merah Myanmar telah mengukuhkan bahwa dalam beberapa hari belakangan ini, ada insiden-insiden sangat serius di mana sukarelawan Palang Merah cedera dan ditahan secara ilegal,” katanya.

Nakes dan mahasiswa berdiri di depan potret Pimpinan Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing yang ditempatkan di jalan selama aksi protes menentang kudeta militer di Yangon, 5 Maret 2021. (Foto: STR / AFP)
Nakes dan mahasiswa berdiri di depan potret Pimpinan Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing yang ditempatkan di jalan selama aksi protes menentang kudeta militer di Yangon, 5 Maret 2021. (Foto: STR / AFP)

Mereka memberikan pertolongan pertama bagi “orang-orang yang terluka, sesuai dengan prinsip-prinsip mendasar kemanusiaan, netralitas dan ketidakberpihakan,” ujar Matheou, seraya menambahkan bahwa “sukarelawan Palang Merah tidak boleh menjadi target.”

Karena pertemuan besar-besaran dan kekerasan dalam beberapa pekan ini, IFRC juga sangat prihatin mengenai risiko COVID-19 menyebar tak terkendali di beberapa bagian Myanmar, sebut pernyataan itu.Demonstrasi menentang junta militer Myanmar kembali berlangsung di berbagai penjuru negara itu hari Jumat (5/3), dan ada laporan mengenai setidaknya ada demonstran yang terbunuh. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG