Tautan-tautan Akses

Demonstrasi Antikudeta Berlanjut di Myanmar, 9 Tewas


Gerakan pengunjuk rasa anti-kudeta saat unjuk rasa di Yangon, Myanmar, Jumat, 26 Maret 2021. (Foto: AP)

Sembilan orang tewas, Kamis (25/3), di Myanmar, menurut laporan harian Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP). Demonstran kembali turun ke jalan-jalan untuk menunjukkan tentangan yang berkelanjutan terhadap junta militer yang berkuasa setelah sehari sebelumnya "diam" di rumah, yang menyebabkan jalan-jalan di banyak kota di negara itu lengang.

Ada laporan tentang tentara yang menggunakan kekerasan untuk membubarkan demonstran di Mawlamyine dan di Hpa-An, ibu kota negara bagian Karen, di bagian tenggara Myanmar. Tentara juga mengkonfrontisir demontran yang berkumpul, menyalakan lilin di seluruh negeri. Dilaporkan setidaknya satu pria ditembak tewas.

AAPP mengatakan dalam laporan tersebut bahwa setidaknya 320 orang tewas oleh pasukan militer dalam tindakan keras tersebut. Salah satu dari mereka yang tewas adalah anak perempuan usia 7 tahun yang ditembak, Selasa (23/3), ketika tentara masuk ke rumahnya di Mandalay, menurut kantor berita Myanmar Now dan Reuters.

AAPP juga mengatakan bahwa lebih dari 2.900 orang telah ditangkap, didakwa atau dihukum sejak tindakan keras dimulai. Namun lebih dari 600 demonstran dibebaskan, Rabu (24/3), dari penjara Insein di Yangon sebagai isyarat niat baik yang jelas dari junta. Wartawan kantor berita Associated Press, Thein Zaw, yang ditangkap saat meliput protes jalanan di Yangon bersama delapan pekerja media lainnya, termasuk di antara mereka yang dibebaskan.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa bom molotov dilemparkan ke markas besar Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Yangon, menyebabkan kebakaran kecil. Pemimpin sipil NLD, Aung San Suu Kyi, ditahan sejak terjadi kudeta.

AFP mengutip Soe Win, anggota NLD yang bertanggung jawab atas markas tersebut, yang mengatakan bahwa "ketika penduduk di sekitar mengetahui tentang kebakaran itu, mereka menelepon dinas pemadam kebakaran. Api itu dapat dikendalikan sekitar pukul 05.00."

Amerika dan Inggris, Kamis (25/3), menjatuhkan sanksi pada junta yang berkuasa di Myanmar, memasukkan bisnis yang dikuasai militer ke dalam daftar hitam. [ka/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG