Tautan-tautan Akses

Demonstrasi Anti dan Pro-Hukum Islam Berlangsung di Berbagai Kota Amerika


Para pengunjukrasa yang berkumpul untuk memprotes hukum Islam mengambil bagian dalam pawai hari Sabtu, 10 Juni 2017, di New York (foto: AP Photo/Craig Ruttle)

Unjukrasa antara kelompok yang memprotes Islam dan kelompok yang memprotes diskriminasi terhadap warga Muslim berlangsung di beberapa kota di seluruh Amerika hari Sabtu (10/6).

Demonstrasi yang mengangkat isu saling bertolak belakang berlangsung di beberapa kota di seluruh Amerika hari Sabtu (10/6), yaitu antara kelompok yang memprotes Islam dan kelompok yang memprotes diskriminasi terhadap warga Muslim.

Demonstran anti-hukum Islam diorganisir oleh kelompok yang menamakan dirinya “ACT for America”, organisasi yang selaras dengan Presiden Trump yang mengatakan mereka ingin melindungi kebebasan berpendapat dan mempertahankan nilai-nilai tradisional Amerika.

The Southern Poverty Law Center – yang melacak keberadaan kelompok-kelompok bernuansa kebencian – mengatakan ACT adalah kelompok anti-Muslim terbesar di Amerika.

Menurut laporan suratkabar the Washington Post, sekitar 30an demonstran ACT yang sebagian mengenakan dan membawa bendera Amerika, berkumpul di pusat kota New York.

Pax Hart – yang mengorganisir demonstrasi di Manhattan itu – mengatakan pada wartawan bahwa jika seseorang merasa tidak aman berjalan di sekitar seorang warga Muslim yang berjilbab, “cobalah merasakan menjadi seorang konservatif di dalam kampus.”

Di antara orang-orang yang memprotes anti-hukum Islam itu adalah para pendukung Trump yang mengidentifikasi diri mereka sebagai “Oath Keepers” – sebuah kelompok anti-pemerintah; dan ada pula sekelompok laki-laki berpakaian rapi yang mengidentifikasi anggotanya sebagai “alt-right” – sebuah gerakan nasionalis kulit putih.

Di seberang jalan, tampak seratusan orang lain yang berdemonstrasi dengan membawa spanduk besar bertuliskan “Fascist Out of NYC”.

Para petugas polisi membarikade kedua kelompok itu dengan berdiri di antara mereka.

Demonstrasi di antara dua kelompok yang saling bertolak belakang itu juga terjadi di lebih dari 20 kota di seluruh Amerika, antara lain di Harrisburg, Pennsylvania; Chicago, Illinois; Austin, Texas; dan San Bernardino, California di mana pada tahun 2015 lalu sepasang suami istri yang terinspirasi ISIS membunuh 14 orang dan melukai 22 lainnya dalam insiden penembakan membabibuta.

Sejauh ini belum ada aksi kekerasan yang dilaporkan terjadi. Tetapi Southern Poverty Law Center mencatat bahwa demonstrasi “ACT for America” cenderung menarik aktivis anti-pemerintah dan ekstremis sayap kanan. Kelompok itu membatalkan demonstrasi di Batesville, Arkansas setelah aparat mengetahui bahwa demonstrasi itu diatur oleh seorang tokoh neo-Nazi terkemuka – Billy Roper. [em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG