Tautan-tautan Akses

Demonstran Sudan Menentang Jam Malam untuk Minta Pemimpin Sipil


Warga Sudan berunjuk rasa memprotes pengumuman militer yang mengatakan bahwa Presiden Omar al-Bashir akan digantikan oleh pemimpin transisi dari kalangan militer di luat kantor Mentri Pertahanan Sudan di Khartoum, 11 April 2019. (Foto: dok).

Penguasa militer baru Sudan menyatakan mereka berencana memulihkan negara itu ke pemerintahan sipil, idealnya dalam waktu dua tahun.

Pada konferensi pers hari Jumat (12/4), Jenderal Omar Zein Abedeen juga mengatakan otoritas militer tidak akan mengekstradisi presiden terguling Omar al-Bashir yang diburu Mahkamah Kejahatan Internasional untuk menghadapi dakwaan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.

Para demonstran di Sudan, yang telah berunjuk rasa selama empat bulan menentang presiden otokratis di negara itu, menentang jam malam hari Kamis yang diberlakukan setelah disingkirkannya presiden melalui kudeta militer.

Para demonstran menyatakan mereka menginginkan para pemimpin sipil, bukannya pemimpin militer, yang berada di tampuk pimpinan negara itu.

Sejumlah demonstran lainnya diperkirakan akan turun ke jalan-jalan setelah sholat Jumat.

Washington telah mendesak militer Sudan agar “menahan diri dan memberi ruang gerak bagi partisipasi kalangan sipil di dalam pemerintah.”

Uni Eropa menyerukan pengalihan “segera” ke pemerintahan sipil.

Para pemimpin protes dan analis memperkirakan lebih banyak lagi perubahan sementara Sudan beradaptasi dengan realitas baru, tanpa presiden yang memimpin negara itu selama tiga dekade. [uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG