Tautan-tautan Akses

Demonstran Melbourne Protes Menentang Restriksi Terkait Virus Corona 


Pekerja konstruksi dan aktivis sayap kanan memprotes pembatasan COVID-19 di West Gate Freeway di Melbourne, Australia, 21 September 2021. (Foto: AAP Image/James Ross via REUTERS)

Ratusan orang berdemonstrasi hari Selasa (21/9), kota terbesar kedua di Australia untuk menentang pembatasan terkait virus corona yang diberlakukan pemerintah terhadap industri konstruksi.

Para pejabat mengumumkan lokasi-lokasi konstruksi di Melbourne akan ditutup selama dua pekan di tengah-tengah kekhawatiran bahwa pergerakan para pekerja berkontribusi pada penyebaran COVID-19.

Para pekerja konstruksi juga kini diwajibkan untuk mendapatkan sedikitnya satu dosis vaksin virus corona sebelum diperbolehkan kembali bekerja.

Negara bagian Victoria, di mana Melbourne berada, melaporkan 603 kasus baru hari Selasa (21/9), jumlah kasus terbanyak dalam satu hari pada tahun ini.

Di Selandia Baru, PM Jacinda Ardern Selasa mengumumkan bahwa denda bagi pelanggaran protokol virus corona akan ditingkatkan mulai November.

Warga antre mengambil makanan saat lockdown untuk menekan penyebaran COVID-19 diberlakukan di Wellington, Selandia Baru, 1 September 2021.
Warga antre mengambil makanan saat lockdown untuk menekan penyebaran COVID-19 diberlakukan di Wellington, Selandia Baru, 1 September 2021.

Perubahan ini akan menyebabkan kenaikan denda bagi seseorang yang sengaja tidak mematuhi perintah terkait COVID-19, dari sekitar 2.800 dolar menjadi 8.400 dolar. Mereka yang melanggar pembatasan yang berlaku juga dapat menghadapi ancaman hukuman penjara hingga enam bulan.

Bisnis yang melanggar pembatasan itu dapat menghadapi ancaman denda hingga 10.500 dolar.

“Keberhasilan kita selama ini benar-benar didasarkan pada fakta bahwa masyarakat secara umum telah patuh,” kata Ardern pada konferensi pers. “Namun, ada orang aneh yang melanggar peraturan dan membahayakan orang lain.”

Sementara itu Gubernur Washington Jay Inslee meminta pemerintah federal agar membantu mengatasi keterbatasan di rumah sakit, sementara varian Delta menyebabkan kenaikan kasus dalam jumlah besar.

Gubernur Washington Jay Inslee (kanan) dalam konferensi pers di Capitol di Olympia, 18 Agustus 2021.
Gubernur Washington Jay Inslee (kanan) dalam konferensi pers di Capitol di Olympia, 18 Agustus 2021.

Inslee mengirimkan sepucuk surat hari Senin (20/9) kepada Jeffrey Zients, koordinator pandemi Gedung Putih, yang menyebutkan kapasitas rumah sakit-rumah sakit di negara bagiannya telah penuh atau kurang kapasitas dan ia meminta personel militer untuk membantu staf rumah sakit.

“Begitu varian Delta menghantam negara bagian Washington, tingkat rawat inap pasien COVID-19 meroket,” kata Inslee. “Sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus, kami melihat tingkat rawat inap berlipat dua setiap dua pekan. Rumah sakit telah tersentak untuk meningkatkan tempat tidur dan menambah staf, dan telah membatalkan sebagian besar prosedur tidak mendesak, tetapi masih kurang kapasitasnya di berbagai penjuru negara bagian.”

Jumlah kasus harian baru dan jumlah orang yang dirawat inap di Washington sudah atau mendekati tingkat tertinggi selama pandemi.

Para pejabat kesehatan Washington melaporkan 69 persen warganya yang berusia 12 tahun ke atas di negara bagian itu telah divaksinasi penuh.

Ini lebih tinggi daripada angka nasional. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan 64 persen populasi berusia 12 tahun ke atas telah divaksinasi penuh.

Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech, Senin (20/9) menyatakan bahwa suntikan dosis rendah dari vaksin COVID-19 produksi mereka aman dan efektif untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun.

Perusahaan AS dan mitra Jermannya itu menyatakan uji coba menunjukkan vaksin itu dapat ditoleransi dengan baik dan kuat, menetralkan respons antibodi pada kadar dosis rendah yang diperlukan pada anak-anak kecil.

Pfizer menyatakan berencana untuk dalam waktu dekat meminta otorisasi penggunaan vaksin tersebut pada pasien muda di AS, Inggris dan Uni Eropa, suatu langkah yang dapat memperluas cakupan upaya vaksinasi. Sekitar 28 juta anak-anak AS dalam rentang usia tersebut, dan jutaan orang dewasa masih menolak mendapatkan vaksin itu.

Pfizer menyatakan meneliti dosis lebih rendah, sepertiga kekuatan dosis untuk orang dewasa, dalam uji coba yang melibatkan lebih dari 2.200 murid TK dan SD. Dua per tiga anak-anak itu diberi vaksin, dan sepertiga sisanya diberi suntikan cairan garam. Perusahaan itu menyatakan anak-anak yang divaksinasi membangun kadar antibodi yang sama kuatnya dengan antibodi yang ditunjukkan oleh remaja dan orang-orang dewasa.

Brendan Lo (13) divaksinasi COVID-19 dengan vaksin Pfizer-BioNTech di Pusat Medis Anak Cohen Northwell Health di New Hyde Park, New York, AS, 13 Mei 2021. (REUTERS/ Shannon Stapleton)
Brendan Lo (13) divaksinasi COVID-19 dengan vaksin Pfizer-BioNTech di Pusat Medis Anak Cohen Northwell Health di New Hyde Park, New York, AS, 13 Mei 2021. (REUTERS/ Shannon Stapleton)

Dengan kembalinya murid-murid ke sekolah dan varian Delta yang menyebar ke seluruh AS sekarang ini, banyak orang tua yang gelisah menunggu para pejabat kesehatan pemerintah menyetujui vaksin untuk anak-anak mereka yang masih kecil.

Dibandingkan dengan orang-orang berusia lebih tua, anak-anak memiliki risiko lebih rendah mengalami sakit parah atau kematian akibat COVID-19. Tetapi lebih dari 5 juta anak-anak di AS telah teruji positif COVID-19, dan sedikitnya 460 anak telah meninggal, menurut American Academy of Pediatrics.

Produsen vaksin AS Moderna juga sedang mempelajari vaksinnya untuk anak-anak. Pfizer dan Moderna sama-sama mempelajari penggunaan vaksin pada bayi berusia semuda 6 bulan, dengan hasil diperkirakan keluar pada akhir tahun ini.

Hari Senin, kematian di AS akibat COVID-19 mencapai 675.975, melampaui jumlah kematian akibat flu Spanyol tahun 1918. [uh/lt]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG