Tautan-tautan Akses

Demonstran di Iran Kritik Ekonomi dan Keterlibatan Militer di Suriah


Para demonstran Iran melakukan unjuk rasa di kota Mashhad, memrotes keterlibatan militer Iran di Suriah, Jumat (29/12).

Warga Iran berkumpul untuk melakukan demonstrasi lagi di kota-kota negara itu hari Jumat (29/12) sementara orang-orang menyuarakan ketidaksenangan mereka terhadap kebijakan ekonomi dan politik pemerintah.

Kantor berita Iran Fars mengatakan sekitar 300 orang berkumpul di kota Kermanshah, di mana gempa menewaskan sekitar 600 orang bulan November. Para demonstran meminta perhatian pemerintah terhadap keadaan mereka, dan juga agar tahanan politik dibebaskan. Pertemuan tersebut akhirnya dibubarkan oleh polisi, menurut Fars.

Di Teheran, pejabat keamanan pemerintah Mohsen Hamedani mengatakan kepada wartawan bahwa kurang dari 50 orang berkumpul untuk mengadakan demonstrasi di lapangan umum hari Jumat. Dia mengatakan beberapa dari mereka "ditahan untuk sementara" setelah mereka menolak untuk pergi ketika polisi membubarkan demonstrasi tersebut.

Iran menderita akibat tingkat pengangguran 12,4 persen, ekonomi macet dan inflasi yang menjadi-jadi.

Para demonstran juga berbicara menentang tentara Iran yang ditempatkan di luar negeri, khususnya di Suriah, untuk jangka waktu lama.

Wakil presiden senior Iran, Eshaq Jahangiri, mengatakan hari Jumat bahwa beberapa faksi politik menggunakan ekonomi sebagai alasan untuk mengritik pemerintah. Dia mengatakan, orang-orang yang memulai demonstrasi mungkin tidak dapat mengendalikan gerakan itu.

Protes-protes anti-pemerintah terjadi sehari sebelum ulang tahun demonstrasi besar-besaran pro-pemerintah pada tahun 2009, setelah pemilihan presiden yang disengketakan dan terjadinya kerusuhan selama berbulan-bulan.

Hasan Heidari, ketua Pengadilan Revolusioner di Mashad , mengatakan kepada kantor berita Fars bahwa 52 pemrotes ditangkap di kota tersebut hari Kamis karena berkumpul secara ilegal. [sp/ii]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG