Tautan-tautan Akses

Demonstran di Hong Kong Kini Gunakan Bom Rakitan


Para pengunjuk rasa anti-pemerintah berdemo memprotes rencana penerapan Undang-Undang Keadaan Darurat di Hong Kong, China, 14 Oktober 2019.

Polisi Hong Kong mengatakan bom rakitan diledakkan di dekat sebuah mobil polisi, peningkatan tajam dalam aksi demonstrasi yang telah memuncak selama beberapa bulan ini.

Piranti yang dikendalikan dari jarak jauh itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban luka-luka, tetapi “dimaksudkan untuk melukai petugas kami,” ujar Wakil Komisaris Polisi Tang Ping-keung dalam konferensi pers, Senin (14/10).

Ini adalah untuk pertama kalinya demonstran menggunakan bom rakitan dalam aksi demonstrasi yang telah bergulir dari aksi pro-demokrasi menjadi gerakan anti-China.

Bom kecil itu meledak pada Minggu (13/10) malam ketika sejumlah polisi tiba untuk membersihkan penghalang jalan yang dibuat oleh para demonstran di distrik Mong Kok, Kowloon.

Meskipun sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, ada peningkatan insiden kekerasan ketika sejumlah demonstran yang mengenakan topeng atau penutup wajah merusak toko-toko dan sistem kereta api bawah tanah, dan menyerang polisi dengan batu bata dan bom bensin rakitan.

Sebagian demonstran membela strategi agresif ini sebagai hal yang perlu karena pemerintah Hong Kong, menurut mereka, tetap mengabaikan kehendak rakyat. Lainnya mengatakan peningkatan aksi kekerasan oleh para demonstran itu merupakan reaksi terhadap peningkatan kekuatan polisi.

Pemerintah Hong Kong telah meningkatkan aksi penumpasan demonstrasi, antara lain dengan melarang penggunaan topeng atau penutup wajah untuk menyembunyikan identitas mereka.

Polisi telah menggunakan meriam air, gas air mata dan peluru karet terhadap para demonstran. Sejak Juni lalu lebih dari 2.000 demonstran telah ditangkap, dan sepertiga dari mereka yang menghadapi hukuman penjara adalah remaja berusia 18 tahun ke bawah. [em/pp]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG