Tautan-tautan Akses

AS

Demokrat Desak Ketua Senat AS Ambil Tindakan Soal Pemeriksaan Latar Belakang


Partai Demokrat menekan Ketua Fraksi Mayoritas di Senat AS, Mitch McConnell untuk mengambil tindakan terhadap pembatasan senjata. (Foto: ilustrasi).

Perdebatan terkait penembakan massal di Amerika tidak kunjung selesai dan tampaknya akan ada habisnya. Warga Amerika sebagian mengharapkan pengawasan senjata yang lebih ketat, namun ada pula yang menentangnya. Pertikaian ini tercermin pada sikap anggota legislatif yang sampai kini belum menghasilkan peraturan apapun untuk memperketat penjualan senjata kepada publik.

Demokrat menekan Ketua Fraksi Mayoritas di Senat, Mitch McConnell untuk mengambil tindakan terhadap pembatasan senjata, yang dipicu oleh kemarahan publik atas pembunuhan massal bulan ini di Texas dan Ohio.

"Lima bulan lalu, pada tanggal 27 Februari 2019, Dewan Perwakilan mengesahkan RUU, HR 8. RUU yang didukung lebih dari 95 persen orang Amerika, lolos di DPR dan dikirim ke Senat Amerika yang sayangnya tidak disentuh. Apakah ini solusi bagi semua kekerasan ini? Tidak. Tetapi 95 persen orang Amerika mendukungnya karena mereka percaya ini adalah langkah penting untuk menghadapi kekerasan ini," jelas Pemimpin Mayoritas DPR AS, Steny Hoyer.

Tidak jelas bagaimana dampak gerakan Partai Demokrat pada pejabat penting Partai Republik. Baik Trump maupun McConnell menyatakan keterbukaan baru terhadap pembatasan senjata yang belum ditentukan setelah penembakan massal baru-baru ini di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, tetapi keputusan mereka akan didasarkan pada sentimen sesama rekannya dari Partai Republik, bukannya taktik tekanan yang tidak bisa diprediksi dari Partai Demokrat.

Namun, gerakan Partai Demokrat menegaskan pergeseran ke masalah yang umumnya menyatukan mereka - menanggapi pembantaian yang menewaskan 31 orang - dan menjauh dari pertikaian apakah memakzulkan Trump,pertanyaan yang sangat memecah belah Partai Demokrat.

"Jawabannya adalah di Senat Amerika dan keberanian untuk menghimbau Senator McConnell, kesediaan untuk membawa jawaban kecil ke sidang. Seperti yang telah diamati, banyak yang harus dilakukan, tetapi ini sebuah awal, dimulainya konsensus dimulai, yang didukung oleh banyak orang Amerika," lanjutnya.

Pejabat tertinggi ke dua Partai Demokrat di DPR Steny Hoyer dan Demokrat lainnya hari Selasa mengadakan konferensi pers untuk menghimbau McConnell agar membiarkan pemungutan suara di Senat pada upaya yang disahkan DPR yang mengharuskan pemeriksaan latar belakang untuk hampir semua pembelian senjata.

Kongres saat ini sedang reses. Tetapi Demokrat mengorganisir konferensi pers di Gedung Kongres AS, Selasa (13/8). Anggota keluarga dan pendukung korban kekerasan senjata juga berbicara dalam konferensi pers itu.

"Kepada Ketua Senat McConnell, Anda sudah lama tertinggal. Sudah waktunya untuk memimpin Senat meloloskan HR 8," kata Wendy Edmonds.

Wendy Edmonds, adalah saudara dari Sylvia Frasier, perempuan yang tewas dalam penembakan massal Angkatan Laut Washington pada 2013.

Komite Kehakiman DPR yang dikelola Demokrat juga mempertimbangkan kembali dari reses musim panas untuk mengadakan pemungutan suara awal September mengenai RUU pengawasan senjata, kata sumber-sumber yang mengetahui masalah itu. [my/jm]

XS
SM
MD
LG