Tautan-tautan Akses

Demo Perubahan Iklim, Ribuan Warga Australia hingga Eropa Turun ke Jalan


Para pengunjuk rasa perubahan iklim menyeberangi Jembatan Victoria dalam aksi "Global Strike 4 Climate" di Brisbane, Australia, 20 September 2019.

Ratusan ribu demonstran di Australia, kebanyakan anak-anak yang membolos sekolah, mengawali demonstrasi satu hari di seluruh dunia mengenai perubahan iklim, menjelang KTT PBB di New York.

Unjuk rasa untuk memulai “Aksi Mogok Iklim Global” (Global Strike 4 Climate) berlangsung di 110 kota di Australia, Jumat (20/9), termasuk Sydney dan ibukota, Canberra. Demonstran menyerukan agar negara mereka, yang merupakan eksportir gas alam cair dan batu bara terbesar di dunia, mengambil tindakan drastis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Meskipun kita sendiri tidak sakit, planet tempat kita tinggal menderita, kami memprotes dan memperjuangkan hal itu,” kata Siobhan Sutton (15 tahun), siswa Perth Modern School.

Panitia memperkirakan lebih dari 300 ribu demonstran turun ke jalan-jalan Australia. Ini mungkin demonstrasi terbesar di negara itu sejak protes Perang Irak pada tahun 2003.

"Aksi Mogok Iklim Global" di New Delhi, India, 20 September 2019.
"Aksi Mogok Iklim Global" di New Delhi, India, 20 September 2019.

Protes-protes yang lebih kecil berlangsung di Asia, mulai dari Filipina hingga Hong Kong dan India.

“Kita perlu meminta kembali hak konstitusional kita mendapatkan udara dan air bersih,” kata Aman Sharma, demonstran berusia 16 tahun di ibukota India, New Delhi.

Unjuk rasa juga direncanakan berlangsung di Eropa, Afrika dan Amerika Serikat, di mana panitia menyatakan lebih dari 800 acara protes diperkirakan berlangsung hari Jumat ini.

Di Jerman, di mana protes iklim berskala besar telah berlangsung lebih dari setahun ini, sekitar 17 ribu orang telah berkumpul di Freiburg, kota di bagian barat daya, satu dari 500 kota di berbagai penjuru negara itu yang direncanakan menjadi lokasi protes. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG