Tautan-tautan Akses

Demi Kesehatan Mental, Eksekutif Cari Keseimbangan Kerja di Tengah Covid-19


seorang wanita berlari-lari di sekitar Green Lake Park sebagai upaya jarak sosial terus membantu memperlambat penyebaran Covid-19 di Seattle, Washington, AS 29 Maret 2020. (Foto: REUTERS/Jason Redmond)

Survei yang dilakukan perusahaan asuransi kesehatan berbasis di Inggris, Bupa Global, Senin (28/9), menunjukkan hampir delapan dari 10 eksekutif perusahaan mengalami kesehatan mental yang buruk selama krisis virus corona. Keadaan tersebut mendorong mereka untuk mengevaluasi cara kerja dan meningkatkan keseimbangan kehidupan dalam bekerja untuk “berdamai” dengan keadaan. Survei ini dilakukan terhadap 2.000 responden.

Kantor berita Reuters mengutip laporan tersebut melaporkan banyak pejabat tinggi perusahaan di Perancis dan Mesir yang kemungkinan besar telah mengkalibrasi ulang kehidupan mereka setelah mengalami “pandemi blues.” Pejabat-pejabat di Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Inggris, juga turut melakukan kalibrasi tersebut.

Krisis Covid-19 telah memaksa sebagian besar orang, termasuk para top eksekutif, untuk bekerja dari jarak jauh karena pemerintah menerapkan pembatasan sosial untuk menahan laju penyebaran pandemi sehingga akhirnya mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Orang-orang berolahraga menyusuri East Capitol Street menuju gedung Capitol AS saat penyebaran Covid-19 berlanjut di Washington, AS, 6 April 2020. (Foto: REUTERS/Leah Millis)
Orang-orang berolahraga menyusuri East Capitol Street menuju gedung Capitol AS saat penyebaran Covid-19 berlanjut di Washington, AS, 6 April 2020. (Foto: REUTERS/Leah Millis)

Survei tersebut menemukan para eksekutif berencana untuk berolahraga lebih teratur, makan makanan yang lebih sehat, menyediakan waktu untuk meditasi dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan teman.

“Dengan pandemi yang sangat memengaruhi kesehatan mental, sangat penting bagi para pemimpin bisnis untuk menangani masalah apa pun baik secara pribadi maupun di organisasi mereka,” kata Direktur Medis Bupa Luke James.

Survei tersebut juga menemukan bahwa kurang dari sepertiga responden yang berniat untuk tetap bekerja dari rumah, dan seperempat dari mereka berencana untuk memangkas jam kerja.

Perempuan menujukkan kecenderungan untuk bekerja dari rumah daripada laki-laki, meskipun mereka yang memiliki anak menghindari opsi tersebut.

“Siapapun yang telah bekerja dari rumah di sekitar anak-anak kecil atau mencoba untuk menyulap pekerjaan dan home-schooling akan tahu itu bisa menjadi tantangan,” kata Direktur Pelaksana Bupa Sheldon Kenton.

Survei menunjukkan, ketika batas antara pekerjaan dan ruang pribadi kabur, sekitar seperlima dari individu berpenghasilan tinggi mengatakan mereka akan bekerja dari jarak jauh dari rumah karena menurunnya perjalanan dan pertemuan tatap muka. [ah/au]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG