Tautan-tautan Akses

AS

Dampak Politik Dimulainya Penyelidikan Pemakzulan Presiden Trump


Presiden AS Donald Trump

DPR Amerika hari Kamis (31/10) mengesahkan proses penyelidikan pemakzulan presiden dengan perbandingan suara 232 lawan 196.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dari Partai Demokrat mengumumkan dimulainya proses itu tanggal 24 September lalu. Tapi Partai Republik mengatakan tiadanya pemungutan suara tentang dimulainya proses itu membuatnya suatu langkah yang tidak sah.

UUD dan peraturan dalam Kongres tidak mensyaratkan adanya pemungutan suara untuk memulai proses penyelidikan guna memakzulkan presiden.

Apakah yang memicu usaha pemakzulan ini?

Percakapan telepon pada tanggal 25 Juli antara Presiden Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di mana Presiden Trump dituduh menekan Ukraina supaya mengadakan penyelidikan atas Joe Biden, calon saingan utamanya dalam pemilu presiden tahun 2020, sebagai syarat pemberian bantuan militer Amerika berjumlah hampir 400 juta dollar.

John Hudak, Fellow Senior pada Brookings Institution menjelaskan pada VOA bahwa hasil pemungutan suara itu menjadikan proses pemakzulan itu resmi, sesuai dengan tata cara yang pernah dilakukan dalam proses pemakzulan Presiden Nixon dan Presiden Clinton.

Partai Republik selama ini menuduh penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Trump itu tidak sah karena dilakukan secara tertutup.

Dengan peresmian proses pemakzulan itu, maka langkah berikutnya adalah mengadakan sidang-sidang dengar pendapat secara terbuka.

Ini berarti, kata John Hudak, pihak Partai Demokrat punya cukup suara untuk melanjutkan penyelidikan, sebelum menyusun pasal-pasal impeachment untuk diajukan ke Senat, yang kemudian akan mengadakan sidang untuk menentukan apakah presiden bersalah seperti dituduhkan oleh DPR.

Kendati begitu, kata John Hudak, Gedung Putih kemungkinan tidak akan menghentikan usahanya untuk mencegah kesaksian-kesaksian oleh para pejabat dan mantan pejabat dimuka komisi-komisi penyelidikan dan pengawasan DPR.

Pihak Demokrat, sebaliknya memperkuat posisinya untuk minta keputusan pengadilan yang akan memaksa para pejabat atau mantan pejabat memberikan kesaksian. Tapi menurut Hudak lagi, Partai Demokrat di DPR tidak akan membuang-buang waktu menunggu keputusan pengadilan tentang sah tidaknya surat panggilan resmi yang dikeluarkan oleh komite penyelidik DPR.

Pemungutan suara tentang proses pemakzulan ini juga akan menunjukkan siapa-siapa dari Partai Demokrat dan Republik yang setuju atau tidak setuju dilanjutkannya penyelidikan ini.

Berapa lama proses pemakzulan ini akan berlangsung?

Pihak Demokrat telah mengisyaratkan bahwa mereka ingin segera menyelesaikan tahapan penyelidikan di DPR, menjelang akhir tahun ini. Mereka yakin telah punya cukup bukti untuk memakzulkan presiden, walaupun masih terus berusaha untuk mencari lebih banyak keterangan sebelum menyerahkan kasusnya ke Senat.

Bagaimana dampak pemungutan suara ini pada Partai Republik?

Kata John Hudak ini bukanlah hasil positif yang mereka harapkan, karena mayoritas rakyat Amerika percaya bahwa presiden harus dimakzulkan dan diturunkan dari jabatannya.

Jadi, Partai Republik kini harus bisa membela presiden berdasarkan hal-hal yang lebih substantif, dan bukan hanya soal prosedur.

“Tapi dengan berbagai kesaksian yang diberikan dimuka komisi penyelidik DPR, tugas partai Republik itu akan semakin

sulit,” kata John Hudak. Dengan adanya sidang-sidang dengar pendapat yang terbuka, akan lebih sulit bagi pihak partai Republik untuk mempertahankan Presiden Trump, tambahnya.

Bagaimana pendapat John Hudak tentang proses pemakzulan sejauh ini?

Yang pasti, pihak Demokrat semakin kuat. “Pol-pol pendapat umum menunjukkan bertambahnya dukungan untuk dilanjutkannya penyelidikan dan bertambahnya dukungan bagi pemakzulan dan pemecatan presiden.”

Tapi, tambah John Hudak lagi, ini tidak berarti semua itu tidak akan berubah. Ada kemungkinan pendapat umum akan bergerak ke satu arah atau ke arah lainnya. Sampai saat ini, kata Hudak lagi, pihak Demokrat berada dalam posisi yang kuat, dan kelompok Republik belum melakukan apapun untuk mengubah dukungan rakyat bagi presiden. (ii/jm)

XS
SM
MD
LG