Tautan-tautan Akses

COVID-19 Perbaharui Pencarian Panjang Vaksin Virus Corona


Seorang ilmuwan melakukan penelitian di laboratorium terhadap kandidat vaksin untuk Covid-19 (foto: ilustrasi).

Secara global infeksi COVID-19 melampaui sejuta penderita yang dikonfirmasi awal April 2020. Dengan kemungkinan jutaan lebih infeksi yang tak terhitung dalam beberapa bulan mendatang, para ilmuwan bertekad membuat vaksin untuk melawannya.

Masih banyak hal yang masih belum diketahui para ilmuwan terkait COVID-19. Tidak diketahui sepenuhnya bagaimana virus itu tersebar. Tanpa pengobatan atau vaksin yang terbukti secara klinis, hidup bersih dan menjaga jarak dengan orang lain merupakan satu-satunya metode pencegahan yang dilakukan saat ini.

Dr. Peter Hotez dari Baylor College of Medicine meneliti vaksin virus corona sejak tahun 2003, ketika wabah SARS merebak. Tapi setelah itu, dana penelitian terhenti. Hotez memperkirakan lebih banyak infeksi virus corona dan semakin menyebar. Beberapa infeksi itu mungkin lebih jinak daripada COVID-19, tapi yang lainnya bisa jauh lebih mematikan.

“Pandemi virus corona menjadi situasi normal baru seperti halnya dengan SARS tahun 2003. Begitu juga dengan MERS tahun 2012, dan sekarang COVID-19. Jadi pandemi besar seperti virus corona itu menjadi kejadian baru tiap sepuluh tahun,” kata Hotez.

Ini menjadi alasan utama untuk mengembangkan vaksin, bahkan setelah infeksi COVID-19 berkurang dan kehidupan kembali normal.

“Kami sedang mengembangkan suatu vaksin untuk kesehatan secara global. Kami sangat prihatin ketika virus itu menyebar ke daerah perkotaan yang padat di Mumbai dan Kolkata, kemudian Delhi. Bagaimana jarak sosial bisa diterapkan ditempat yang padat penduduknya? Maka dari itu, vaksin menjadi sangat penting bagi sejumlah tempat seperti India. Itu yang menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Hotez adalah satu di antara sejumlah ilmuwan yang mengusahakan vaksin bagi COVID-19, mempelajari sejumlah perawatan terhadap orang yang sakit dan metode untuk melindungi para pekerja kesehatan. Hotez mengetahui air bersih tidak tersedia di semua tempat di seluruh dunia, sehingga memungkinkan COVID-19 dapat menjadi virus terulang kembali, dan juga akan ada kemungkinan virus corona baru yang muncul di tahun-tahun mendatang. [mg/ii]

XS
SM
MD
LG