Tautan-tautan Akses

Corona Makin Mewabah, Arab Saudi Perpanjang Larangan Keluar Rumah


Jalan-jalan di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi tampak sepi karena penerapan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), di Arab Saudi, 7 April 2020.(Foto: Reuters)

Arab Saudi telah memperpanjang larangan keluar rumah untuk waktu yang tidak terbatas guna mencegah perebakan virus corona yang tampak meningkat belakangan ini.

Negeri yang berpenduduk 30 juta orang itu telah mencatat lebih dari 50 kematian dan hampir 4.500 orang yang terinfeksi, termasuk beberapa anggota keluarga kerajaan. Kata para pengamat tingkat penyebaran wabah di Arab Saudi adalah di antara yang tertinggi di enam negara Teluk Persia.

Minggu lalu koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang di Yaman mengumumkan gencatan senjata sepihak. Tidak lama kemudian Yaman mengumumkan ditemukannya penderita corona virus yang pertama.

Penduduk Ibu Kota Riyadh dan sejumlah kota besar lainnya telah dikenai larangan keluar rumah siang dan malam untuk meredam perebakan virus corona itu.

Kata Menteri Kesehatan Saudi, antara 10 ribu sampai 200 ribu orang mungkin akan tertular virus itu dalam beberapa minggu kedepan. Pangeran Faisal bin Bandar, Gubernur Kota Riyadh yang berumur 70-an kini berada dalam perawatan itensif di rumah sakit karena virus yang mematikan itu. Harian New York Times melaporkan, Raja Salman dan putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman telah mengkarantina diri sendiri untuk menghindari virus itu

Joseph Bahout, yang bekerja pada Carnegie Middle East Program mengatakan, kira-kira 150 pangeran Saudi dilaporkan sedang dirawat di rumah sakit, dan 500 tempat tidur tambahan telah disiapkan untuk menerima anggota keluarga kerajaan yang kemungkinan jatuh sakit.

Para pejabat kesehatan memperkirakan banyak keluarga kerajaan yang sakit itu kemungkinan tertular ketika sedang bepergian ke luar negeri. [ii/pp]

XS
SM
MD
LG