Tautan-tautan Akses

AS

CIA Pecat Kepala Stasiunnya di Wina Terkait Penanganan Kasus Sindrom Havana


Badan Intelijen Pusat AS (CIA) memecat kepala stasiunnya di Wina, Austria, baru-baru ini di tengah-tengah kritik bahwa yang bersangkutan tidak menganggap serius lonjakan kasus “sindrom Havana” yang misterius. (Foto: ilustrasi).

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) memecat kepala stasiunnya di Wina, Austria, baru-baru ini di tengah-tengah kritik bahwa yang bersangkutan tidak menganggap serius lonjakan kasus “sindrom Havana” yang misterius, demikian diberitakan harian The Washington Post hari Kamis (23/9).

Puluhan kasus yang mempengaruhi staf kedutaan dan petugas CIA serta anggota keluarga mereka telah dilaporkan terjadi di Wina belakangan ini, tetapi kepala stasiun CIA di sana, yang tidak disebutkan namanya, menyatakan skeptis dan menunjukkan ketidakpekaan, kata the Post yang mengutip sumber-sumber intelijen.

Seorang juru bicara CIA menolak untuk mengukuhkan atau membantah laporan itu, tetapi mengatakan badan tersebut menganggap serius beberapa insiden yang mungkin terjadi karena penyakit misterius itu di misi diplomatik AS di seluruh dunia.

Penyebab dan sumber penyakit itu masih misterius, kata Deputi Direktur CIA David Cohen pekan lalu. “Apakah kita sudah semakin dekat? Saya pikir jawabannya adalah ya – tetapi tidak cukup dekat untuk membuat penilaian analitik yang ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Pemerintah AS, termasuk CIA dan Pentagon, telah meningkatkan staf untuk menyelidiki dan memberi perawatan bagi penderita penyakit itu.

Penyakit ini disebut “sindrom Havana” karena laporan mengenai kondisi itu pertama kali muncul di ibu kota Kuba. Penyakit ini ditandai dengan mimisan, sakit kepala, gangguan penglihatan dan gejala-gejala lain yang menyerupai gegar otak.

Sebagian orang yang mengalaminya melaporkan telah mendengar suara-suara nyaring atau bernada tinggi yang fokus yang membuat mereka mual.

Baru sedikit yang dapat dipahami dari Insiden ini, yang memunculkan teori bahwa hal itu disebabkan oleh senjata yang menggunakan gelombang mikro yang terfokus, ultrasonik, racun atau bahkan reaksi terhadap suara jangkrik.

Tetapi selama beberapa tahun, para pejabat senior pemerintah mengesampingkan keluhan-keluhan tersebut, menganggapnya sebagai gejala orang-orang dalam keadaan stres atau reaksi histeria terhadap stimuli yang tidak diketahui.

Pemerintahan presiden AS Joe Biden telah meningkatkan investigasi terhadap apa yang kemudian dinamai sebagai insiden kesehatan anomali atau AHI.

Jika kasus-kasus itu disebabkan oleh sesuatu seperti serangan energi terarah, para pejabat AS mencurigai Rusia yang mungkin berada di balik serangan itu.

The Post menyebut Wina, di mana AS memiliki operasi pengumpulan intelijen dan kedutaan yang besar, sebagai “ladang subur” bagi insiden AHI, karena puluhan orang di sana melaporkan gejala-gejala yang tidak dapat dijelaskan.

Isu ini membuat gelisah para pejabat AS di seluruh dunia. Pada Agustus lalu, Wakil Presiden Kamala Harris menunda beberapa jam kunjungan ke Vietnam setelah kedutaan besar AS di sana melaporkan kemungkinan kasus yang melibatkan “insiden akustik.”

Selain itu, dalam kunjungan Direktur CIA William Burns ke India pada awal September, seorang pejabat dalam rombongannya melaporkan gejala-gejala itu dan meminta pertolongan medis, menurut the Post. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG