Tautan-tautan Akses

China Tingkatkan Aktivitas Militer di Laut China Selatan


Kapal induk Liaoning China beserta armada laut yang menyertainya, melakukan latihan di wilayah Laut China Selatan, Desember 2016. (Foto: dok).
Kapal induk Liaoning China beserta armada laut yang menyertainya, melakukan latihan di wilayah Laut China Selatan, Desember 2016. (Foto: dok).

Militer China mengatakan mereka berhak memperkuat pertahanannya di pulau-pulau di Laut Cina Selatan yang disengketakan tetapi mengatakan langkah-langkah itu tidak diarahkan ke negara-negara tertentu.

Pernyataan Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Ren Guoqiang, Selasa itu (10/4) disampaikan menyusul pengerahan tiga kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat ke perairan yang strategis itu, yang sebagian besar diklaim oleh China.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang, menghadiri konferensi pers di Beijing, China 25 Mei 2017. (Foto: dok).
Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang, menghadiri konferensi pers di Beijing, China 25 Mei 2017. (Foto: dok).

Surat kabar Wall Street Journal, Senin (9/4) melaporkan bahwa China telah memasang perangkat militer untuk mengacak pesan radio di wilayah tersebut.

Situs web kementerian itu mengutip Ren yang mengatakan bahwa China berhak untuk mengambil langkah-langkah tersebut, yang katanya untuk melindungi kedaulatan dan keamanannya serta perdamaian dan stabilitas regional.

Peningkatan kegiatan militer China itu telah difokuskan pada pulau-pulau di kepulauan Paracel dan pulau-pulau buatan yang dibangun di atas karang di kepulauan Spratly yang sangat diperebutkan. [lt]

XS
SM
MD
LG