Tautan-tautan Akses

China Tetapkan Tarif Besar Terhadap Impor Barley Australia


Paket daging impor dari Australia dijual di sebuah supermarket di Beijing, China, 15 Mei 2020. (Foto: dok).

Australia sedang mempertimbangkan untuk mengadukan China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait keputusan Beijing untuk mengenakan tarif besar-besaran terhadap impor barley Australia.

China, Senin (18/5) mengumumkan pemberlakuan tarif antisubsidi dan antidumping 80,5 persen terhadap barley Australia setelah mengklaim bahwa pertanian barley di sana mendapat banyak subsidi dari pemerintah. Beijing baru pekan lalu menghentikan impor dari empat pemasok utama daging sapi Australia terkait masalah pelabelan.

Tarif, yang berlaku mulai Selasa (19/5), diperkirakan akan membebani petani Australia lebih dari 300 juta dolar per tahun.

Paket filet daging sapi beku dari Australia (kiri), Amerika Serikat (tengah) dan Kanada (kanan) dijual di sebuah supermarket di Beijing, China, 14 Mei 2019. (Foto: dok).
Paket filet daging sapi beku dari Australia (kiri), Amerika Serikat (tengah) dan Kanada (kanan) dijual di sebuah supermarket di Beijing, China, 14 Mei 2019. (Foto: dok).

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham, Selasa (19/5) mengatakan bahwa tindakan China “sangat mengecewakan” dan tidak diambil sesuai dengan peraturan antidumping. Tetapi Birmingham mengatakan Australia tidak akan terlibat dalam perang dagang dengan salah satu mitra dagang terbesarnya.

Tindakan perdagangan Beijing terhadap Australia diambil di tengah-tengah perselisihan diplomatik terkait desakan kuat Canberra bagi penyelidikan independen terhadap asal-usul pandemi virus corona, yang pertama kali dideteksi tahun lalu di bagian tengah China. [uh/ab]

Lihat komentar (3)

Recommended

XS
SM
MD
LG