Tautan-tautan Akses

China Sambut Tawaran AS untuk Langsungkan Pembicaraan Tanpa Prasyarat


Lu Kang, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Beijing, 12 Juli 2016. (Foto: dok).

China telah menyambut tawaran Menlu AS Rex Tillerson untuk melangsungkan pembicaraan dengan Korea Utara tanpa prasyarat. Tawaran itu muncul di tengah-tengah ketegangan yang meningkat di Semenanjung Korea dan sewaktu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memulai lawatan kenegaraan empat harinya ke China.

Berbicara pada jumpa pers reguler, Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan, Beijing menyambut semua usaha untuk meredakan ketegangan dan mendukung dialog.

Lu mengatakan, China telah mengajukan usulan penghentian ganda, dan dengan usulan itu Beijing berharap AS dan Korea Utara dapat berdialog. Penghentian ganda yang dimaksud China adalah pendekatan “penghentian dengan penghentian,” yang artinya Korea Utara menghentikan uji misil balistik dan nuklirnya dengan syarat AS dan Korea Selatan menghentikan semua latihan militer gabungan mereka.

Sewaktu berpidato di Forum Dewan Atlantik-Yayasan Korea, Selasa, Tillerson menyerukan agar China terus meningkatkan tekanannya terhadap Pyongyang. Ia juga mengatakan, perlu ada periode tenang sebelum pembicaraan dimulai atau akan sulit melangsungkan pembicaraan yang produktif.

"Kami siap berbicara kapanpun Korea Utara bersedia berbicara. Dan Kami siap melangsungkan pertemuan pertama tanpa prasyarat,” kata Tillerson.

Sejumlah mantan pejabat AS mengatakan kepada VOA, Selasa, tawaran dari Tillerson itu tidak biasanya blak-blakan dan muncul di tengah ancaman yang meningkat dari Korea Utara, Meski demikian, tidak jelas apakah Gedung Putih mendukung sepenuhnya usulan ini. Presiden Donald Trump sebelumnya pernah mengatakan kepada Tillerson, ia membuang-buang waktu dengan mengusahakan dialog dengan Korea Utara. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG