Tautan-tautan Akses

China: Hong Kong Harus ‘Jaga Ketat’ Keamanan Nasional untuk Jamin Pembangunan


Bendera China dan Hong Kong menandai peringatan 25 tahun penyerahan Hong Kong kepada China, di Hong Kong pada 17 Juni 2022.
Bendera China dan Hong Kong menandai peringatan 25 tahun penyerahan Hong Kong kepada China, di Hong Kong pada 17 Juni 2022.

Pejabat tinggi China untuk urusan Hong Kong mengatakan kota itu harus “menjaga ketat” keamanan nasional untuk menjamin pembangunan. Ia mengatakan itu dalam pidatonya, beberapa pekan setelah pemberlakuan UU keamanan baru.

“Untuk bergerak menuju tata kelola pemerintahan dan kemakmuran, kita perlu menjaga ketat keamanan nasional guna menjamin pembangunan Hong Kong yang berkualitas tinggi,” kata direktur Kantor Urusan Hong Kong dan Makau China, Xia Baolong, dalam pidato untuk menandai perayaan tahunan hari keamanan nasional.

Hong Kong pada Maret lalu memberlakukan UU keamanan nasional baru, yang juga dikenal sebagai Pasal 23, yang memperbarui atau memperkenalkan UU baru untuk melarang tindakan pengkhianatan, sabotase, penghasutan, pencurian rahasia negara dan spionase, dengan ancaman hukuman penjara hingga seumur hidup.

Namun, Xia berupaya untuk menekankan bahwa UU baru itu tidak menimbulkan ancaman bagi para investor, sewaktu kota itu menghadapi kritik Barat terkait tindakan keras berkepanjangan terhadap perbedaan pendapat dan mengalami kesulitan secara ekonomi maupun finansial.

“Bagi masyarakat umum Hong Kong dan investor asing, UU ini adalah pelindung hak-hak, kebebasan, properti dan investasi mereka,” lanjut Xia.

“Investor dari seluruh dunia dapat datang ke Hong Kong untuk berinvestasi dalam bisnis baru dengan berani dan tanpa khawatir,” katanya. “Hong Kong tetap menjadi tempat terbaik di dunia untuk berbisnis dan menghasilkan uang serta mencapai impian Anda.”

Beberapa pemerintah negara asing termasuk AS dan Inggris telah mengkritik UU baru itu sebagai perangkat baru pihak berwenang untuk menekan perbedaan pendapat. UU tersebut menambah UU keamanan nasional lainnya yang diberlakukan secara langsung oleh China terhadap Hong Kong pada tahun 2020 sebagai tanggapan atas rpotes prodemokrasi besar-besaran.

Namun, Beijing mengatakan bahwa UU tersebut perlu untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran kota itu.

Konsulat Jenderal AS di Hong Kong mengatakan pada Sabtu lalu bahwa para pengunjung kota itu harus “meningkatkan kewaspadaan.” Departemen Luar Negeri AS memperbarui peringatan perjalanannya sehubungan dengan legislasi keamanan nasional baru. Kanada juga memperbarui peringatannya baru-baru ini, dengan mengatakan orang-orang perlu “menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi di Hong Kong mengingat risiko penegakan hukum setempat yang sewenang-wenang.”

Lebih dari 290 orang telah ditahan berdasarkan UU keamanan nasional yang diberlakukan Beijing sejauh ini. Dari jumlah itu, 174 orang dan lima perusahaan telah dikenai dakwaan, termasuk pengecam China dan pengusaha Jimmy Lai – yang sedang diadili dan dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup. [uh/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG