Tautan-tautan Akses

China akan Ambil Tindakan Terhadap Pejabat AS ‘Berperilaku Jahat’ Terkait Taiwan


China akan memberlakukan sanksi-sanksi terhadap para pejabat AS terkait hubungan dengan Taiwan. (Foto: ilustrasi).

China menyatakan akan memberlakukan sanksi-sanksi terhadap para pejabat AS yang terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai “perilaku jahat” terkait hubungan dengan Taiwan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengeluarkan tekad tersebut hari Senin dalam konferensi pers harian di Beijing, tanpa menyebut secara spesifik individu-individu atau tindakan yang akan diambil terhadap mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying. (Foto: dok).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying. (Foto: dok).

China telah bertekad akan membalas keputusan yang diambil Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada 9 Januari lalu untuk mencabut berbagai restriksi yang ditetapkan AS sendiri mengenai kontak antara para diplomat AS dan sejawat mereka dari Taiwan. Pompeo menyebut pulau berpemerintahan sendiri itu sebagai “demokrasi yang dinamis dan mitra AS yang dapat diandalkan.”

Kemarahan Beijing lebih jauh lagi muncul sewaktu Kelly Craft, duta besar AS untuk PBB, berbicara langsung dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen setelah membatalkan rencana perjalanannya ke pulau itu.

Beijing menganggap pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai bagian dari teritorinya meskipun keduanya memisahkan diri sejak berakhirnya perang saudara di China pada tahun 1949. Ketika itu pasukan Komunis pimpinan Mao Zedong mengusir pasukan Nasionalis pimpinan Chiang Kai-shek dari daratan ke Taiwan.

Washington mengubah hubungan diplomatik resmi dari Taipei ke Beijing pada tahun 1979. Tetapi pemerintahan presiden AS Donald Trump membuat berang China karena semakin merangkul Taiwan baik secara diplomatik maupun militer sejak ia mulai menjabat pada tahun 2017.

China meningkatkan penerbangan militernya ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan setelah Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengunjungi Taiwan pada Agustus lalu dan Wakil Menteri Luar Negeri Keith Krach tiba sebulan kemudian. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG