Tautan-tautan Akses

AS

CDC Lakukan Pemungutan Suara untuk Tentukan Siapa Penerima Vaksinasi Ketiga


Seorang petugas kesehatan tampak memberikan suntikan vaksin COVID-19 Pfizer pada salah seorang warga di sebuah klinik vaksin di Reading Area Community College, Pennsylvania, pada 14 September 2021. (Foto: AP/Matt Rourke)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka akan melakukan pemungutan suara pada Kamis (23/9) dini hari untuk menentukan kelompok mana yang memenuhi syarat untuk menerima suntikan penguat atau booster dari Pfizer-BioNTech.

Sebuah panel CDC bertemu pada Rabu guna membahas siapa yang harus diutamakan dalam menerima vaksinasi ketiga atau booster, yang dianggap merupakan suatu keputusan kontroversial yang muncul lebih dari sebulan setelah Presiden Joe Biden pertama kali mengumumkan rencana untuk memberikan suntikan booster. Suntikan ini diberikan delapan bulan setelah pemberian dosis kedua.

Pekan lalu, panel Badan Pengawas Pangan dan Obat (FDA) AS dengan suara bulat menolak rencana Gedung Putih untuk memberikan booster kepada sebagian besar orang Amerika. Panel itu mengutip kurangnya data tentang keamanan booster, serta kurangnya bukti perlindungannya.

Tetapi panel itu menyarankan pemberian suntikan booster untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit parah bila tertular COVID-19.

Para ilmuwan menekankan, fokus utama dari negara seharusnya tetap pada pemberian vaksinasi kepada mereka yang belum divaksinasi sama sekali.

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa pada September 2021 di Amerika, kematian akibat COVID-19 sebagian besar dapat dicegah dengan vaksin, dengan salah satu dari tiga vaksin yang tersedia," kata Dr. Matthew Daley, penasihat CDC yang membuka diskusi pada hari Rabu itu.

Sedikitnya, lebih dari 55 persen orang Amerika telah menerima vaksinasi COVID-19 dosis lengkap, menurut Pusat Sumber Daya Virus Corona Johns Hopkins. Sementara varian delta yang sangat menular terus menyebar, AS mencatat angka kematian harian tertinggi akibat virus itu sejak Maret. (ps/ka)

XS
SM
MD
LG