Tautan-tautan Akses

AS

Calon Menlu Blinken Janjikan Kepemimpinan AS dengan ‘Kerendahan Hati dan Percaya Diri’


Calon Menlu AS Antony Blinken memberi kesaksian di depan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada hari Selasa (19/1).

Pilihan Presiden Joe Biden untuk menjadi Menlu AS, Antony Blinken, mengatakan, visinya untuk memulihkan posisi Amerika di luar negeri adalah kepemimpinan yang didasarkan pada “kerendahan hati dan kepercayaan diri.” Blinken bersaksi di depan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS hari Selasa (19/1).

Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika mengadakan sidang pencalonan untuk mantan Wakil Menteri Luar Negeri Antony Blinken. Dia memaparkan visinya untuk kepemimpinan Amerika di luar negeri, dengan mengatakan kerendahan hati dan kepercayaan diri adalah sisi lain dari mata uang yang sama.

Antony Blinken mengatakan, “Kerendahan hati, karena kita memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan posisi kita di luar negeri, tapi, kami juga akan bertindak dengan percaya diri. Dengan keyakinan bahwa Amerika dalam kondisi terbaiknya masih memiliki kemampuan yang lebih besar daripada negara mana pun di dunia untuk memobilisasi negara-negara lain demi kebaikan bersama.”

Merujuk pada penyerbuan gedung Capitol oleh para pendukung Trump ketika anggota kongres berkumpul untuk mengesahkan pemilihan presiden, Senator Demokrat Bob Menendez mengatakan kepemimpinan AS di luar negeri terkait dengan penghormatan terhadap demokrasi di dalam negeri.

“Serangan terhadap fondasi demokrasi kita secara tragis mengingatkan bahwa kemampuan kita untuk memproyeksikan kekuatan di luar negeri terkait erat dengan kesehatan dan kekuatan demokrasi kita,” kata Menendez.

Mengenai kebijakan luar negeri, Blinken mengatakan dia melihat beberapa kesamaan dengan pemerintahan Trump.

“Saya juga percaya bahwa Presiden Trump benar dalam mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap China. Saya sangat tidak setuju dengan cara dia melakukannya di sejumlah bidang, tetapi prinsip dasarnya sudah benar, dan saya pikir itu sebenarnya membantu kebijakan luar negeri kita,” ujarnya.

Senator Republik Ron Johnson menanggapi. “Saya pikir Presiden Trump membuka mata semua orang dalam hal niat jahat China.”

Sebagian analis mengatakan mereka menyambut baik nada substantif dan sebagian besar nonkombatif dari senator Republik dan Demokrat dalam dengar pendapat itu, seperti disampaikan oleh Brian Katulis dari lembaga penelitian Center for American Progress.

“Saya pikir ada keinginan untuk kembali ke perdebatan yang lebih normal tentang kebijakan luar negeri dibandingkan dengan debat di mana orang-orang, terutama di gedung kongres, merasa mereka tidak diajak berkonsultasi baik oleh pemerintahan Trump maupun pemerintahan Obama. Kini ada upaya nyata dan sungguh-sungguh untuk menyelenggarakan dialog baru, menurut saya, tentang kebijakan luar negeri dan membuatnya tidak kacau dan diliputi kepastian berbeda dari yang kita lihat selama beberapa tahun terakhir.”

Sebagian besar senator tampaknya setuju dengan pendapat seorang analis lainnya seputar pengalaman kebijakan luar negeri Blinken sebagai mantan wakil menteri luar negeri. Bradley Bowman dari Foundation for Defense of Democracies mengatakan, “Anthony Blinken, dalam pandangan saya, adalah individu yang berpengalaman dan mampu yang memberikan pengetahuan mendalam tentang banyak masalah yang kita hadapi. Jadi saya berharap bahwa dia akan dikukuhkan dalam pemungutan suara bipartisan tanpa terlalu banyak penundaan.”

Beberapa senator mengatakan mereka mengharapkan pemungutan suara di Senat berjalan dengan cepat untuk mengkonfirmasi Blinken karena tantangan yang dihadapi Amerika Serikat, termasuk berbagai masalah baik dengan Iran, China, Rusia maupun Korea Utara tidak akan menunggu. [lt/jm]

XS
SM
MD
LG