Tautan-tautan Akses

California Giatkan Upaya Berantas Perdagangan Manusia


Lee Baca, Kepala Kepolisian Los Angeles menegaskan akan mengejar para pelaku perdagangan manusia dan mucikari (foto: dok).
Lee Baca, Kepala Kepolisian Los Angeles menegaskan akan mengejar para pelaku perdagangan manusia dan mucikari (foto: dok).

Negara bagian California sedang melancarkan upaya besar-besaran untuk memberantas masalah perdagangan manusia.

Virginia Isaias berbicara kepada perempuan-perempuan di Santa Ana, California, mengenai dampak perdagangan manusia. Ia pernah menjadi salah satu korbannya, tetapi berhasil selamat. Ia kemudian mendirikan kelompok Human Trafficking Survivors Foundation.

Kisahnya dituturkan dalam sebuah film dokumentasi, Sands of Silence, yang sekarang ini sedang digarap.

Di dalam film itu Isaias menuturkan ia dipukul dan tidak ingat apa pun sampai siuman di lantai sebuah rumah yang tak terurus. Itulah awal mimpi buruknya.

Ia diculik bersama bayinya yang berumur enam bulan dan dipaksa menjadi pelacur di Negara bagian Chiapas di Meksiko selatan.

Ia berkisah bahwa para penculik mengambil bayinya, menyerahkannya ke seorang perempuan lain, dan menyerahkan bayi perempuan lain kepadanya. Jadi kecil kemungkinannya seorang perempuan bisa melarikan diri. Para penculik juga mengancam mereka dan punya orang-orang yang mengawasi mereka.

Isaias kabur dan membayar tebusan untuk bayinya. Kisah Isaias terlalu sering terjadi, kata pembuat film Chelo Alvarez-Stehle.

“Karena globalisasi, atau migrasi, yang mendesak orang pindah dari satu negara negara lainnya dan mereka menjadi rentan terhadap para pedagang manusia,” ujarnya.

Alvarez-Stehle juga menciptakan online game untuk membei penyuluhan kepada kawula muda mengenai masalah itu.

Para pejabat di Los Angeles baru-baru ini meluncurkan sebuah program penyuluhan agar para supir dan penumpang bus mewaspadai masalah perdagangan perempuan-perempuan muda yang dijadikan pelacur. Kepala Polisi Kabupaten Los Angeles Lee Baca mengatakan, mereka adalah korban, bukan penjahat.

“Ada ratusan, mungkin ribuan perempuan muda, remaja di bawah usia 18 tahun, yang terlibat dalam praktik pelacuran, dan orang yang menangani perbudakan seks ini atau mucikari adalah yang kami kejar,” tegas Baca.

Sebuah undang-undang yang diajukan pada bulan November di California akan menambah hukuman bagi para pedagang manusia, memberi pertolongan bagi para korban perdagangan dan mewajibkan para pelaku kejahatan seks untuk mengungkapkan identitas mereka di internet. Undang-undang itu disebut Californians Against Sexual Exploitation (CASE).

Chris Kelly, pencetus undang-undang itu dan mantan eksekutif di situs internet Facebook, mengatakan, “Kami ingin memastikan bahwa Facebook dan situs-situs online lainnya, seperti Craiglist dan Backpage, punya cara untuk mengawasi para pelaku kejahatan seks dan mengatakan, ‘Anda tidak bisa melakukan apa-apa di situs online ini.”

Virginia Isaias mengatakan orang-orang yang selamat dari perbudakan seks harus bisa memperoleh kembali martabat mereka.

Isaias ingin orang-orang lain tahu bahwa selalu ada harapan bagi para korban perdagangan manusia.
XS
SM
MD
LG