Tautan-tautan Akses

Bougainville, Kawasan Otonomi Papua Nugini Pilih Merdeka


Para petugas menghitung surat suara yang masuk dalam pemungutan suara referendum di Buka, Bougainville, Papua Nugini, 11 Desember 2019.

Bougainville mengambil sebuah langkah besar untuk menjadi negara terbaru di dunia melalui sebuah referendum yang hasilnya menunjukkan bahwa warganya secara meyakinkan mendukung kemerdekaan dari Papua Nugini.

Bertie Ahern, mantan perdana menteri Irlandia dan ketua Komisi Referendum Bougainville, mengumumkan, Rabu (11/12), bahwa 98 persen dari lebih 180.000 suara yang masuk dalam referendum selama dua pekan mendukung pemisahan diri dari Port Moresby. Dalam pemungutan suara itu, warga Bougainville memiliki pilihan untuk memperoleh otonomi yang lebih besar dari Papua Nugini.

Referendum tidak mengikat ini merupakan bagian dari kesepakatan perdamaian tahun 2001 yang secara resmi mengakhiri perang saudara tahun 1988-1998 antara para pemberontak Bougainville dan pasukan keamanan Papua Nugini menyangkut bisnis tambang tembaga yang sangat menguntungkan di kota Panguna. Konflik itu sendiri telah mengakibatkan 15.000-20.000 orang tewas.

Dengan hasil referendum itu, para pemimpin Bougainville dan Papua Nugini akan melakukan perundingan mengenai jadwal pemisahan diri. Masalah itu sendiri akan dipertimbangkan oleh lembaga legislatif Papua Nugini, yang kemungkinan akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk meratifikasinya. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG