Tautan-tautan Akses

Tiga belas orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri Minggu malam (22/10) di Maiduguri, salah satu daerah yang bergolak di Nigeria.

Dua bom bunuh diri lainnya melukai lebih dari sepuluh orang di sekitarnya.

Tidak ada yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu tetapi pejabat berwenang menduga kelompok militan Boko Haram berada di balik aksi kekerasan itu

Boko Haram telah membunuh lebih dari 20 ribu orang selama pemberontakan melawan pemerintah Nigeria delapan tahun terakhir ini, dalam upaya menciptakan sebuah negara Islam dengan aturan yang ketat di bagian utara yang mayoritas dihuni warga Muslim. Maiduguri, ibukota negara bagian Borno, adalah tempat kelahiran Boko Haram.

Sebuah laporan yang dikeluarkan kelompok HAM Amnesty International bulan lalu mengatakan sedikitnya 223 warga sipil tewas di tangan Boko Haram sejak April 2017 ini, termasuk 100 warga sipil yang tewas pada bulan Agustus saja. Serangan paling menelan banyak korban terjadi pada 25 Juli ketika 40 orang yang tergabung dalam tim eksplorasi minyak di Borno ditembak mati dalam sebuah penyerbuan. Amnesty International mengatakan “jumlah sebenarnya bisa jadi lebih besar lagi karena tidak ada laporan terhadap sebagian serangan yang terjadi.”

Ditambahkan bahwa aksi kekerasan Boko Haram telah membuat jutaan warga sipil menyebrang kawasan Danau Chad untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan. Lebih dari 2,3 juta orang telah mengungsi ke Nigeria, Kamerun, Chad dan Niger dan lebih dari tujuh juta lainnya kini mengalami kelangkaan pangan serius. [em]

XS
SM
MD
LG