Tautan-tautan Akses

AS

Bloomberg Pertimbangkan Calonkan Diri Jadi Kandidat Capres Demokrat


Mantan Walikota New York, Michael Bloomberg di Christiansborg, Copenhagen, Denmark, 10 Oktober 2019. (Foto: dok).

Michael Bloomberg, miliader yang mantan walikota New York, sedang mempertimbangkan kemungkinan mencalonkan diri untuk memperebutkan nominasi calon presiden dari Partai Demokrat pada pemilu tahun 2020. Ia memperingatkan, para kandidat calon presiden dari kubu Demokrat saat ini tidak memiliki kelengkapan yang memadai untuk bisa mengalahkan Presiden Donald Trump.

Bloomberg, yang sebelumnya menyatakan tidak akan mencalonkan diri untuk pemilihan presiden 2020, memang belum membuat keputusan final mengenai pencalonan dirinya itu. Namun, jika ia melangsungkan kampanye, kehadirannya bisa mengubah medan persaingan di kubu Demokrat tiga bulan sebelum pemilu pendahuluan dimulai.

Pria berusia 77 tahun ini telah selama beberapa pekan terakhir melangsungkan sejumlah pembicaraan dengan tokoh-tokoh terkemuka Partai Demokrat mengenai persaingan kandidat calon presiden di kubu partai itu. Ia di antaranya memprihatinkan kestabilan kampanye mantan wakil presiden Joe Biden, dan kebangkitan Senator Massachusetts Elizabeth Warren yang liberal. Banyak pihak memperkirakan, Bloomberg tetap membuka kemungkinan mencalonkan diri, dan kemungkinan mengumumkan pencalonannya selambatnya Jumat (8/11), batas waktu bagi peserta pemilihan pendahuluan di negara bagian Alabama.

Dalam sebuah pernyataannya, Kamis (8/11), penasihat Bloomberg, Howard Wolfson, mengatakan, mantan walikota itu meyakini, Trump merupakan ancaman terhadap negara yang belum pernah ada sebelumnya, dan harus dikalahkan. Namun, katanya, Bloomberg semakin khawatir kandidat-kandidat calon presiden dari kubu Demokrat tidak berada dalam posisi yang cukup kuat untuk melakukan itu.

Rencana Bloomberg ini mengemuka sementara persaingan di kubu Demokrat memasuki tahap penting. Status calon terunggul Biden semakin mendapat tantangan dari Warren dan Senator Vermont Bernie Sanders, yang banyak didukung donor-donor kecil. Namun kedua tokoh ini banyak dinilai sejumlah pendukung Partai Demokrat terlalu liberal untuk bisa memenangkan persaingan melawan Trump. [ab/lt]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG