Tautan-tautan Akses

Biden Berencana Kunjungi Pentagon di Tengah Kekhawatiran Rasisme dan Ekstremisme


Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, Washington, D.C., 8 Februari 2021. (REUTERS/Carlos Barria)

Joe Biden dijadwalkan melakukan kunjungan pertamanya sebagai presiden ke Pentagon hari Rabu (10/2) sementara militer AS berupaya mengatasi ekstremisme sayap kanan dan rasisme di kalangan pasukan militer.

Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris direncanakan menuju Gedung Departemen Pertahanan itu pada Rabu siang dan akan disambut oleh Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan sejumlah jenderal dan pejabat sipil, kata Gedung Putih.

Austin, purnawirawan jenderal dan mantan komandan AS di Timur Tengah, merupakan warga kulit hitam pertama yang memegang jabatan itu.

Ia menetapkan sejumlah prioritas untuk memerangi COVID-19 pada pasukan AS untuk menjaga kesiapan mereka, mendukung rencana nasional 100 hari pemerintahan Biden untuk mengendalikan virus corona, membasmi rasisme dan ekstremisme pada lebih dari dua juta anggota militer yang masih aktif.

Pentagon di Washington, D.C., 27 Maret 2008. Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris akan mengunjungi Pentagon pada 10 Februari 2021. (Foto AP / Charles Dharapak, File)
Pentagon di Washington, D.C., 27 Maret 2008. Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris akan mengunjungi Pentagon pada 10 Februari 2021. (Foto AP / Charles Dharapak, File)

Isu rasisme dan ekstremisme selalu menjadi tantangan militer. Namun, isu itu mengemuka setelah ratusan ekstremis pendukung mantan presiden Donald Trump, beberapa dari mereka menganut ideologi supremasi kulit putih, menyerbu Gedung Kongres atau Capitol Hill pada 6 Januari lalu.

Biden menetapkan tema untuk memajukan lebih besar peluang bagi kelompok minoritas di seluruh pemerintahan. Untuk itu, Biden dijadwalkan mengunjungi sebuah pameran di Pentagon yang menggambarkan sejarah orang-orang kulit hitam dalam militer.

Kunjungan itu juga dapat menentukan sikap pertahanan AS sementara Biden meninjau kembali kebijakan Trump untuk menarik mundur hampir semua pasukan AS dari Irak dan Afghanistan setelah hampir dua dekade perang. [mg/ka]

XS
SM
MD
LG