Tautan-tautan Akses

AS

Biden, Bennet Dijadwalkan Untuk Pembicaraan Pertama di Gedung Putih


PM Israel Naftali Bennett (kiri) dan Presiden AS Joe Biden.

PM Israel Naftali Bennett dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih hari Kamis (26/8) untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden mengenai Iran, isu-isu keamanan dan pandemi virus corona.

Pertemuan ini akan menjadi yang pertama kali bagi kedua pemimpin untuk berbicara langsung, sejak Bennett menjadi perdana menteri pada Juni lalu.

“Ini merupakan kesempatan bagi perdana menteri untuk mendengar langsung dari presiden mengenai komitmen kuatnya terhadap keamanan dan pertahanan diri Israel, dan mendukung kebutuhan pertahanan Israel,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Biden kepada wartawan sebelum pertemuan itu.

Pejabat itu mengatakan berakhirnya keterlibatan militer AS di Afghanistan akan membebaskan lebih banyak sumber daya dan perhatian untuk prioritas lainnya, termasuk hubungan dengan Israel.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Hotel Willard di Washington, D.C., AS, 25 Agustus 2021. (Olivier Douliery/Pool via REUTERS)
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Hotel Willard di Washington, D.C., AS, 25 Agustus 2021. (Olivier Douliery/Pool via REUTERS)

Akan menjadi fokus utama pembicaraan itu adalah Iran, baik mengenai program nuklirnya maupun apa yang disebut pejabat itu “aktivitas destabilisasi negara itu di kawasan.”

“Program nuklir Iran baru saja lepas kendali secara dramatis, dan ini semakin cepat dari minggu ke minggu. Ini adalah masalah yang sangat serius, dan kedua pemimpin, menurut saya, akan memiliki kesempatan untuk duduk bersama dan membahas apa yang harus dilakukan mengenai hal tersebut,” kata pejabat tersebut.

AS dan Iran telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan tidak langsung mengenai bergabung kembali dengan perjanjian internasional 2015 yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi. Perjanjian itu dicapai di tengah-tengah kekhawatiran Iran sedang berusaha membuat senjata nuklir, yang dibantah negara tersebut.

Mantan Presiden Donald Trump menarik keluar AS dari perjanjian itu pada tahun 2018, dan Iran selanjutnya mengambil langkah-langkah yang menjauh dari komitmennya, termasuk meningkatkan cadangan uranium diperkaya dan memperkaya materi itu ke kadar kemurnian yang lebih tinggi.

“Saya akan memberitahu Presiden Biden bahwa sekaranglah waktunya untuk menghentikan Iran, tidak memberi mereka bantuan dalam bentuk kembali ke perjanjian nuklir yang kedaluwarsa,” kata Bennett pada hari Minggu lalu. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG