Tautan-tautan Akses

Bentrokan ISIS dan Taliban Sebabkan Ratusan Keluarga di Afghanistan Mengungsi


Militan Taliban di provinsi Nangarhar, Afghanistan (foto: dok). Militan Taliban bentrok dengan ISIS di provinsi Nangarhar.

Pertempuran baru antara kelompok ISIS dan gerilyawan Taliban menyebabkan ratusan keluarga di provinsi Afghanistan timur mengungsi. Pejabat setempat mengatakan 200 lebih keluarga meninggalkan rumah mereka di distrik Khogyani, provinsi Nangarhar timur, ketika dua pihak terlibat pertempuran sengit.

Ahmad Ali Hazrat, ketua dewan provinsi Nangarhar, mengatakan kepada Radio Liberty bahwa bentrokan tersebut terjadi di daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh Taliban. Ia menambahkan banyak penduduk meninggalkan rumah agar tidak terjebak dalam baku tembak antara kedua kelompok militan itu.

Beberapa penduduk desa, yang menganggap ISIS sebagai kekuatan luar, mendukung gerilyawan Taliban berperang melawan anggota ISIS di distrik tersebut dan melawan serangan kelompok teroris yang kerap dilancarkan terhadap desa mereka.

Ini bukan pertama kalinya warga setempat mengungsi akibat bentrokan antara kedua kelompok tersebut. Warga sipil menanggung beban akibat konflik antara ISIS dan Taliban di distrik tersebut. Menurut pemerintah provinsi, lebih dari 2.000 keluarga mengungsi dan sekurangnya delapan warga sipil tewas bulan Oktober ketika ISIS dan Taliban bentrok selama beberapa hari di wilayah Waziro Tangi di distrik Khogyani.

Lembah Waziro Tangi dianggap sebagai koridor ekonomi penting yang digunakan militan untuk menyelundupkan pasokan mineral Afghanistan ke negara tetangganya Pakistan.

Badan pengawas anti-korupsi Afghanistan awal tahun ini mengatakan kelompok militan memperoleh sekurangnya 46 juta dolar dari mineral dan batu mulia yang diekspor secara ilegal dari provinsi Nangarhar ke Pakistan tahun lalu.

Afghanistan memiliki beberapa sumber daya mineral terkaya di dunia, termasuk endapan tembaga, besi, batu permata dan logam mulia. Sejak kehadirannya di distrik selatan Nangarhar awal 2015 kelompok ISIS di Afghanistan, yang juga dikenal dengan ISIS-Khorasan sering terlibat dalam bentrokan dengan Taliban untuk menguasai distrik dan desa di provinsi tersebut.

Selain bertempur melawan militan Taliban, pejuang ISIS berkali-kali menyasar desa-desa setempat di Nangarhar. Kelompok itu telah menghancurkan rumah, membakar pasar dan melarang anak-anak bersekolah di daerah yang berada di bawah kendalinya.

Kelompok militan ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan di kota-kota besar Afghanistan, termasuk serangan terhadap masjid dan tempat-tempat ibadah.

Menurut Jenderal John Nicholson, komandan pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, kelompok ISIS dilaporkan merencanakan membentuk "khilafah" di Afghanistan. Ia baru-baru ini mengatakan, "Mereka menyatakan Jalalabad akan menjadi ibu kota dan akan mengambil alih Nangarhar, tetapi mereka gagal."

Pasukan Afghanistan dan Amerika m melakukan operasi gabungan terhadap militan ISIS di negara tersebut, dan pasukan khusus Afghanistan, yang didukung kekuatan darat dan udara Amerika telah banyak membersihkan daerah militan ISIS di Nangarhar. Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur Nangarhar hari Sabtu mengatakan kepada wartawan sekurangnya ada 16 anggota ISIS termasuk dua komandannya, tewas dalam serangan udara di distrik Achin, kubu pertahanan kuat kelompok tersebut. [my/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG