Tautan-tautan Akses

Bentrokan di Mesir, 2 Tewas di Iskandariyah


Warga penentang presiden terguling Mohamed Morsi dalam demonstrasi massal untuk mendukung militer di Alun-Alun Tahrir, Kairo (26/7). (Reuters/Mohamed Abd El Ghany)
Warga penentang presiden terguling Mohamed Morsi dalam demonstrasi massal untuk mendukung militer di Alun-Alun Tahrir, Kairo (26/7). (Reuters/Mohamed Abd El Ghany)

Panglima militer Abdel Fattah el-Sissi meminta semua warga Mesir turun ke jalan-jalan guna memberinya mandat memerangi “kekerasan dan terorisme."

Bentrokan meletus di Kairo dan Iskandariyah, di mana puluhan ribu warga Mesir pada Jumat (26/7) turun ke jalan-jalan dalam dua demonstrasi yang bertentangan.

Satu demonstrasi untuk menunjukkan dukungan bagi militer karena menggulingkan pemerintahan sipil terpilih, lainnya untuk menunjukkan dukungan bagi gerakan Ikhwanul Muslimin guna menguatkan tuntutan agar Presiden terguling Mohamed Morsi dipulihkan ke jabatannya.

Di Iskandariyah, pendukung dan penentang Morsi saling melempar batu. Video menunjukkan pendukung Ikhwanul Muslimin menembak dengan senapan angin ke arah demonstran yang mendukung militer dan pemerintahan sementara. Sumber-sumber medis dan media pemerintah mengatakan dua orang tewas, dan banyak lainnya terluka.

Di Kairo, pendukung Morsi bentrok di Lapangan Tahrir dengan beberapa dari ribuan orang yang menanggapi seruan Panglima militer Abdel Fattah el-Sissi agar “semua warga Mesir yang terhormat” turun ke jalan-jalan guna memberinya mandat memerangi “kekerasan dan terorisme”.

"Kami di sini hari ini untuk mendukung panglima Angkatan Bersenjata Mesir dan memberinya persetujuan untuk membasmi terorisme dari Mesir. Kita tidak bisa menunggu lebih lama, negara ini terbakar,” ujar Karim Hassan, salah satu massa pro-pemerintah.

Demonstrasi berlangsung sementara seorang hakim Mesir memerintahkan Morsi tetap ditahan untuk setidaknya 15 hari lagi. Ia sudah ditahan militer di lokasi yang dirahasiakan sejak 3 Juli, ketika militer menggulingkannya dari kekuasaan.
XS
SM
MD
LG