Tautan-tautan Akses

AS

Bentrokan di Charlottesville, Siapa Korban dan Pelaku?


Cahaya kamera TV menerangi tumpukan bunga tanda belasungkawa dalam doa bersama di Charlottesville, Virginia, Minggu, 13 Agustus 2017 untuk memperingati korban luka dan meninggal dalam aksi protes sehari sebelumnya.

Gubernur Virginia Terry McAuliffe hari Minggu (13/8) melangsungkan doa bersama di kota Charlottesville bagi Heather Heyer, perempuan yang tewas ketika seorang laki-laki menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan demonstran yang menentang demonstrasi supremasi kulit putih hari Sabtu (12/8).

Sebuah tempat di jantung kota Charlottesville yang digunakan untuk mengenang Heyer dipenuhi bunga, balon, mainan anak-anak dan pesan yang ditulis dengan kapur.

Heather Heyer Dikenal Sebagai Sosok Berpendirian Tegas

Heyer berusia 32 tahun dan bekerja sebagai staf sebuah badan hukum dan pelayan paruh waktu.

Alfred Wilson, manajer di Miller Law Group dimana Heyer bekerja mengatakan ia kerap mendapati gadis itu duduk di mejanya dengan mata berkaca-kaca, menangisi ketidakadilan dan rasisme.

Heyer sosok yang “sangat kuat, sangat berpendirian,” ujar Wilson pada wartawan, dan menambahkan “ia menunjukkan pada kita semua bahwa ia sangat memperjuangkan kesetaraan.”

Bunga-bunga tanda belasungkawa diletakkan di sekitar foto Heather Heyer yang meninggal dalam bentrokan di Charlottesvile, Virginia.
Bunga-bunga tanda belasungkawa diletakkan di sekitar foto Heather Heyer yang meninggal dalam bentrokan di Charlottesvile, Virginia.

​Pekerjaan Heyer di kantor hukum itu difokuskan untuk membantu orang-orang yang memiliki masalah finansial, yang membuat mereka hampir diusir dari rumah mereka, atau mobil mereka disita, atau membutuhkan bantuan untuk melunasi tagihan medis.

Wilson bicara tentang bagaimana Heyer memutuskan hubungan dengan pacarnya, yang merasa tersinggung karena Heyer memiliki teman-teman berkulit hitam.

“Hidupnya bukan tentang kebencian,” ujar ibu Heyer, Susan Bro, yang menyatakan sangat bangga pada putrinya.

Alex Fields Akan Hadir di Pengadilan Hari Senin

James Alex Fields, warga Ohio berusia 20 tahun yang dituduh membunuh Heyer dan melukai 19 orang lainnya, akan tampil pertama kali di pengadilan pada hari Senin (14/8). Ia akan menghadapi tuntutan pembunuhan tingkat dua dan beberapa tuntutan lain.

James Alex Fields Jr., 20, dalam pas foto yang dirilis oleh kepolisian Charlottesville, Virginia.
James Alex Fields Jr., 20, dalam pas foto yang dirilis oleh kepolisian Charlottesville, Virginia.

​Polisi mengatakan Fields tampak berdiri diantara sekelompok anggota supremasi kulit putih, tak lama sebelum menabrakkan kendaraannya.

Mantan guru sejarah Field di SMA, Derek Weimer, mengatakan pada media Fields telah sejak lama menjadi simpatisan Nazi dan pengagum Adolf Hitler. Weimer mengatakan Fields pernah menulis satu bahan riset tentang ‘’kecintaannya pada militer Jerman dan Waffen-SS’’ dan bahwa ia ‘’sangat percaya dengan hal-hal seperti itu.’’

Weimer mengatakan ia mencoba menjauhkan Fields dari obsesinya tentang Nazi, tetapi mengakui bahwa ia gagal dan mengatakan ‘’rasisme telah mengoyak negara kita.’’

Ibu Fields tampak terkejut ketika mengatakan pada wartawan bahwa meskipun ia tahu anaknya pergi ke Charlottesvilla, ia tidak mengira akan terlibat dengan kelompok supremasi kulit putih. ‘’Saya kira ini ada kaitannya dengan Trump,’’ ujarnya.

Doa Bersama Juga Diadakan Untuk Dua Polisi yang Tewas

Gubernur Virginia Terry McAuliffe juga melangsungkan doa bersama untuk dua petugas polisi Virginia yang sedang dalam perjalanan ke

Charlottesville untuk membantu mengatasi bentrokan itu. Mereka tewas ketika helikopternya mengalami kecelakaan. [em/aa]

XS
SM
MD
LG