Tautan-tautan Akses

Batalkan Rencana Militer di Laut Cina Selatan, Hubungan China-Filipina Mulai Stabil


Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Fort Bonifacio, Filipina, 4 April 2017 (Foto: dok).

Hubungan antara China dan Filipina tampaknya mulai stabil setelah pemerintah Manila mundur dari rencana militerisasi di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dikenal dengan pidato-pidatonya yang flamboyan dan rencana yang cepat berubah, pada 6 April menyatakan dia akan menempatkan tentara di Kepulauan Spratly, bagian dari Laut China Selatan yang juga diklaim Beijing.

Dia membuat janji itu setelah menerima kritikan menyusul laporan media yang mengatakan bahwa dia tahu kapal China melakukan eksplorasi tahun lalu di lepas pantai Filipina di Samudera Pasifik.

Duterte sekarang mengatakan Filipina hanya akan melakukan pembangunan pada sebanyak sembilan pulau kecil di Spratly yang saat ini di bawah kendalinya dan bahwa dia sendiri tidak akan mengunjungi Pulau Pag-asa untuk memancang bendera nasional. Dia sebelumnya mengatakan dia mungkin pergi ke sana pada hari kemerdekaan Filipina 12 Juni. [as]

XS
SM
MD
LG