Tautan-tautan Akses

AS

Bar-bar Bebas Alkohol Banyak Bermunculan di AS


Pemilik San Bars di Austin, Texas, Chris Marshall menyiapkan koktail bebas alkohol, 5 Maret 2021.

Bar-bar bebas alkohol bermunculan di berbagai penjuru Amerika Serikat seiring makin banyaknya orang yang menghindari minuman beralkohol. Tantangan pantang konsumsi alkohol, seperti Dry January dan Sober October, serta minat yang meningkat pada kesehatan dan kebugaran melatarbelakangi tren baru ini. 

Pergi ke bar tanpa minum alkohol sepertinya terkesan janggal. Namun kejanggalan itu tidak eksis di Sans Bar. Bagaimana tidak? Bar di Austin, Texas, ini tidak menawarkan minuman beralkohol, namun memungkinkan pengunjung bersosialisasi sambil menikmati pertunjukan musik hidup.

"Kelihatannya seperti bar. Kedengarannya seperti bar. Tapi ada sesuatu yang berbeda," kata Chris Marshall, pemilik Sans Bar.

Perbedaan yang dimaksud Marshall adalah ketiadaan minuman beralkohol. Namun, Anda dapat menikmati berbagai jenis minuman yang namanya terkesan asing dan seolah-olah beralkohol.

Bar nonalkohol bukanlah fenomena baru. Bar-bar seperti itu pertama kali muncul pada abad ke-19 sebagai bagian dari gerakan moderasi konsumsi alkohol.

Seorang pelanggan meminum koktail bebas alkohol di bar bebas alkohol di San Francisco, Ocean Beach Cafe, 12 Februari 2021.
Seorang pelanggan meminum koktail bebas alkohol di bar bebas alkohol di San Francisco, Ocean Beach Cafe, 12 Februari 2021.

Namun sementara bar-bar nonalkohol pada masa itu ditujukan untuk bukan peminum atau orang-orang dalam masa pemulihan dari kecanduan alkohol, bar-bar nonalkohol pada masa kini menyambut orang-orang yang memang tidak ingin minum alkohol atau penasaran bersoalisasi tanpa melibatkan alkohol.

Tantangan pantang mimun alkohol seperti "Dry January", yang dimulai pada 2013, dan minat yang meningkat pada kesehatan dan kebugaran melatari tren baru tersebut.

Menurut Brandy Rand dari perusahaan analisis pasar minuman IWSR, konsumsi global bir, anggur, dan minuman berkadar alkohol rendah dan tanpa alkohol tumbuh dua hingga tiga kali lebih cepat daripada konsumsi alkohol secara keseluruhan.

Minuman beralkohol 'bebas alkohol' dijual di Spirited Away, "toko minuman bebas alkohol" pertama di New York, 4 Maret 2021.
Minuman beralkohol 'bebas alkohol' dijual di Spirited Away, "toko minuman bebas alkohol" pertama di New York, 4 Maret 2021.

“Semua ini dimulai beberapa tahun yang lalu. Awalnya muncul istilah 'Dry January' dan berikutnya muncul 'Dry July', dan kemudian 'Sober October'. Orang-orang seperti terpengaruh oleh media sosial untuk memoderasi konsumsi alkohol. Akhirnya ini tumbuh menjadi gerakan gaya hidup yang lebih besar. Jadi sekarang, apa yang kami lihat dalam tren konsumen sebenarnya adalah moderasi telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari," jelasnya.

Ledakan produk baru juga mendorong peningkatan penjualan minuman nonalkohol. Ritual Zero Proof, sebuah perusahaan kecil yang dibuka di Chicago pada 2019 membuat wiski, gin dan tequila tanpa alkohol, sementara perusahaan besar seperti Anheuser-Busch tahun lalu memperkenalkan Budweiser Zero, bir bebas alkohol.

Douglas Watters membuka Spirited Away, sebuah toko di New York yang menjual bir, anggur, dan jenis minuman lain tanpa alkohol November lalu. Ia mengungkap alasan mengapa ia membuka toko minuman seperti itu.

Bar-bar Bebas Alkohol Banyak Bermunculan di AS
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:44 0:00

"Bagi banyak orang, soda dan jus sudah memenuhi kebutuhan mereka jika mereka tidak minum alkohol. Tetapi banyak orang juga menginginkan sesuatu yang terasa lebih dewasa,” jelasnya.

Watters mengatakan lockdown terkait pandemi membuat ia berpikir bahwa semakin banyak orang ingin menikmati malam dengan keluarga tanpa minuman beralkohol. Ia kemudian bereksperimen dengan menawarkan minuman-minuman nonalkohol, dan pada bulan Agustus lalu, ia memutuskan untuk membuka tokonya itu.

Ia mengungkapkan, para pelanggannya menghindari alkohol karena berbagai alasan, namun kesehatan dan kebugaran kini semakin menjadi pertimbangan utama mereka. Ada pelanggan yang tidak minum alkohol karena hamil atau gangguan kesehatan lain, dan ada juga yang karena ingin berpartisipasi dalam lomba lari maraton.

Minuman bebas alkohol yang dijual di Spirited Away, "toko minuman bebas alkohol" pertama di New York, 4 Maret 2021.
Minuman bebas alkohol yang dijual di Spirited Away, "toko minuman bebas alkohol" pertama di New York, 4 Maret 2021.

Joshua James, seorang bartender berpengalaman, menemukan kesadaran serupa selama pandemi. Setelah bertugas di pusat perawatan penyalahgunaan narkoba dan alkohol, ia baru-baru ini membuka Ocean Beach Cafe, sebuah bar bebas alkohol di San Francisco.

"Ada seribu alasan untuk tidak mau minum terlalu banyak alkohol. Ada orang yang mungkin pernah bermasalah dengan alkohol sebelumnya, atau karena alasan-alasan lain. Tapi saya beri tahu Anda sekarang, ada 997 alasan lain dan setiap alasan itu berbeda." [ab/uh]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG