Tautan-tautan Akses

Banyak Negara Catat Rekor Harian Kasus dan Kematian Akibat COVID-19


Poster bertuliskan "Aku melindungimu" saat dimulainya pengetatan restriksi untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di Dresden, Jerman, 14 Desember 2020. REUTERS / Matthias Rietschel

Rekor harian jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19 tercatat di banyak negara, memaksa pemerintah negara-negara tersebut memberlakukan restriksi atau mempertimbangkan lockdown untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Di Eropa, Jerman mengarah ke lockdown kedua mulai hari Rabu (16/12) di tengah-tengah meningkatnya kasus virus corona. Menurut Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center (JHU), hingga Senin pagi, Jerman mencatat lebih dari 1,35 juta kasus dan lebih dari 22 ribu kematian.

Italia kini melampaui Inggris sebagai negara Eropa dengan kematian terbanyak karena COVID-19, menurut data yang dikumpulkan JHU. Pada Senin pagi (14//12), Italia mencatat 64.520 kematian, sedangkan Inggris 64.267.

Di Asia, otoritas kesehatan Korea Selatan menyatakan 150 pusat tes virus akan dibuka secara bertahap di kawasan ibu kota, menambah lebih dari 210 pusat tes yang telah ada.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menyatakan di negara itu tercatat 718 kasus baru pada hari Senin, tetapi kasus-kasus tambahan itu menandai penurunan dari 1.000 lebih yang dilaporkan hari Minggu. Korea Selatan telah menghadapi total kasus dan kematian yang relatif rendah, masing-masing 43.480 dan 587 pada hari Senin.

Di Selandia Baru, PM Jacinda Ardern mengumumkan hari Senin (14/12) bahwa negaranya telah sepakat untuk mengizinkan perjalanan bebas karantina dari Australia dalam kuartal pertama tahun depan. Australia sekarang ini mengizinkan warga Selandia Baru untuk bebas dari karantina dua pekan yang diwajibkan terhadap para pengunjung dari negara-negara lain.

Di AS pada pekan lalu, California mencatat lebih dari 25 ribu kasus baru dalam satu hari. “Nyawa akan hilang kecuali jika kita berbuat lebih banyak daripada sebelumnya,” kata Gubernur Gavin Newsom. Secara keseluruhan, lebih dari 16 juta orang di AS telah terjangkit penyakit ini, dengan hampir 300 ribu telah meninggal.

Di berbagai penjuru AS, dosis-dosis pertama vaksin virus corona tiba di pusat-pusat vaksinasi regional hari Senin, setelah Badan Pengawas Makanan dan Obat AS menyetujui vaksin buatan perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech untuk penggunaan darurat. Meksiko juga menyetujui penggunaan darurat vaksin virus corona Pfizer pada Jumat malam, membuat sekarang ada enam negara yang menggunakan atau berencana menggunakan vaksin itu.

Arab Saudi, Bahrain, Inggris, dan Kanada Saudi juga menyetujui vaksin tersebut.

Brazil kini mendekati 7 juta kasus COVID-19 dan telah mencatat lebih dari 181 ribu kematian.

Pekan lalu menteri kesehatan Brazil bertekad untuk melakukan imunisasi terhadap seluruh rakyat negara itu sepanjang tahun depan. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG