Tautan-tautan Akses

Bangladesh Tuntut Myanmar Terima Kembali Pengungsi Rohingya


Pengungsi Rohingya yang meninggalkan Myanmar dalam beberapa dekade terakhir tinggal di daerah Kutupalong di Cox’s Bazar, Bangladesh. Bangladesh tidak lagi mencatat pengungsi Rohingya sejak tahun 1992, dan kini hampir 90% pengungsi Rohingya di Bangladesh ilegal.

Pihak berwenang di Dhaka menuntut agar Myanmar mendatangkan kembali puluhan ribu orang Muslim Rohingya yang menyeberang perbatasan untuk melarikan diri dari apa yang mereka katakan penindasan, dan sekarang tinggal di Bangladesh secara gelap.

Myanmar mengatakan negara itu bersedia menerima sebagian kecil dari pengungsi yang sekarang berada di Bangladesh, tetapi kaum Rohingya itu sendiri mengatakan mereka tidak bersedia kembali ke negara bagian Rakhine, Myanmar. Para pemimpin masyarakat pengungsi menghimbau kepada negara-negara yang bersahabat agar menerima mereka.

Ko Ko Linn, seorang pemimpin masyarakat Rohingya di Bangladesh, mengatakan kepada VOA bahwa keadaan di Myanmar telah membuat mereka tidak dapat lagi tinggal di sana, terutama dalam beberapa pekan ini, dan "mereka tidak ingin kembali ke Myanmar yang anti-Rohingya."

Kementerian Luar Negeri Bangladesh memanggil dutabesar Myanmar hari Kamis untuk menyampaikan keluhan mengenai pengungsi dan menuntut agar semua migran Rohingya segera dipulangkan ke Myanmar.

Kamrul Ahsan, Sekertaris Konsuler dan Bilateral Bangladesh, mengatakan kepada Duta Besar Myo Myint Than ada keprihatinan mendalam atas banyaknya kaum Muslim yang terus berdatangan dari Myanmar. [gp]

XS
SM
MD
LG