Para peretas mengatakan mereka telah mengacaukan situs bandara internasional Bahrain dan situs kantor berita pemerintah negara itu, Selasa (14/2) untuk menandai peringatan 12 tahun pemberontakan Musim Semi Arab di negara kecil Teluk itu.
Sebuah pernyataan yang diposting online oleh kelompok yang menamakan dirinya Al-Toufan, atau “The Flood'' dalam bahasa Arab, mengklaim telah meretas situs web bandara, yang tidak tersedia setidaknya selama setengah jam pada tengah hari. Kelompok itu juga mengklaim telah meretas situs web Kantor Berita Bahrain yang dikelola pemerintah sehingga secara sporadis tidak tersedia.
Kelompok tersebut memposting gambar-gambar yang menunjukkan 504 Gateway Timeout Errors, dan mengatakan peretasan itu “untuk mendukung revolusi rakyat Bahrain yang tertindas.''
Kelompok yang sama tampaknya telah meretas dan mengubah artikel di situs web Akhbar Al Khaleej, surat kabar pro-pemerintah di Bahrain, beberapa jam sebelumnya. Situs surat kabar itu masih belum beroperasi pada hari Selasa. Belum ada komentar dari pihak berwenang terkait peretasan itu.
14 Februari 2011, menandai hari pertama protes yang dipimpin oleh mayoritas Syiah Bahrain menentang monarki Sunni. Bahrain akhirnya menghentikan pemberontakan itu dengan paksa dengan dukungan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, tetapi terus mengalami kerusuhan sporadis selama bertahun-tahun.
Pihak berwenang telah memenjarakan para aktivis Syiah, mendeportasi banyak lainnya, melucuti ratusan kewarganegaraan mereka dan menutup sebuah surat kabar independen terkemuka.
Kelompok peretas yang sama menarget situs web pemerintah selama pemilu yang diadakan pada bulan November yang diboikot oleh sebuah kelompok oposisi Syiah terlarang dan beberapa kelompok lainnya. [ab/lt]
Forum