Tautan-tautan Akses

Badan Kemanusiaan: Anak-anak Terlantar di Suriah Terjebak dalam Kesengsaraan


Anak anak pengungsi asal Suriah bermain diantara reruntuhan bangunan di kamp pengungsi sementara di kota perbatasan Lebanon, Arsal, pada 4 Juli 2019. (Foto: Reuters/Mohamed Azakir)

Hampir dua setengah tahun setelah jatuhnya kekhalifahan yang dideklarasikan sendiri oleh kelompok teror ISIS, tampaknya tidak ada jalan keluar bagi puluhan ribu anak yang telah kehilangan tempat tinggal.

Badan-badan bantuan dan pengamat mengatakan, anak-anak itu, yang sebagian berasal dari keluarga yang berbondong-bondong bergabung dengan ISIS dan sebagian dari keluarga yang melarikan diri dari pasukan ISIS, dibiarkan tak terurus di kamp-kamp pengungsi di Suriah timur laut. Mereka dibayangi oleh kekerasan dan bahkan kematian.

"Anak-anak itu mengalami peristiwa traumatis yang tidak seharusnya dialami oleh anak-anak," kata Sonia Khush, Direktur tanggap Suriah untuk organisasi Save the Children, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (23/9).

"Setiap hari mereka tidak diberi kesempatan untuk pulang ke rumah mereka, tidak diberi layanan khusus yang sangat mereka butuhkan, dan tidak diberi hak untuk hidup dengan aman."

Dalam sebuah laporan pada Kamis, kelompok bantuan itu menggambarkan kondisi di dua kamp utama - al-Hol dan Roj, dalam kondisi yang mengerikan bagi 40.000 anak yang tinggal di sana.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kamp-kamp itu penuh sampah dan limbah. Hanya ada sedikit akses ke sanitasi atau perawatan kesehatan. Sebagian penghuni mengeluh, mereka terkadang hidup berhari-hari tanpa air minum.

Laporan tersebut lebih lanjut menuturkan bahwa tingkat penderita kekurangan gizi meningkat, dan berbagai macam penyakittelah merenggut nyawa anak-anak di kamp tersebut. Dua kondisi itu menyebabkan angka kematian rata-rata menjadi dua anak dalam seminggu selama delapan bulan pertama pada tahun 2021. (ps/ka)

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG