Tautan-tautan Akses

Badan Intelijen Jerman Awasi Partai Sayap Kanan AFD


Dua orang berjalan di balik logo kelompok sayap kanan, Alternatif untuk Jerman (AfD), di kompleks parlemen di Bundestag, Berlin, 3 Maret 2021.
Dua orang berjalan di balik logo kelompok sayap kanan, Alternatif untuk Jerman (AfD), di kompleks parlemen di Bundestag, Berlin, 3 Maret 2021.

Media Jerman melaporkan Badan intelijen dalam negeri Jerman baru-baru ini menetapkan partai sayap kanan Alternatif Untuk Jerman (AfD) dalam pengawasan karena diduga terkait ekstremis yang menimbulkan potensi ancaman bagi demokrasi.

Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi (Bundesamt für Verfassungsschutz/BfV) tidak mengomentari laporan tersebut karena upaya hukum yang sedang dilakukan AfD.

Kementerian Dalam Negeri, yang mengawasi BfV, tidak mengkonfirmasi atau menyangkal laporan berita tersebut, tetapi beberapa organisasi media Jerman melaporkan sumber-sumber pemerintah yang mengetahui situasi tersebut membenarkan pengawasan itu.

Pada Rabu (3/3) kepemimpinan AfD, yang menduduki 88 dari 709 kursi di parlemen, mengatakan pengawasan itu "sama sekali tidak bisa dibenarkan" dan berjanji untuk melawannya di pengadilan.

Keputusan BfV pada 24 Februari yang menetapkan AfD sebagai potensi ancaman keamanan adalah yang pertama dalam sejarah pasca perang Jerman di mana partai politik yang memiliki wakil di parlemen berada di bawah pengawasan semacam itu.

Penetapan tersebut memberi badan intelijen kekuatan pengawasan tambahan, termasuk menyadap telepon dan komunikasi lainnya serta memantau pergerakan anggota AfD.

AfD telah menjadi partai oposisi utama di Parlemen Jerman dan memiliki wakil di seluruh negeri.

Langkah ini juga dilakukan menjelang pemilihan September yang akan memilih pengganti Kanselir Angela Merkel.

Alexander Gauland, Ketua Faksi AfD di parlemen, kepada wartawan mengatakan penunjukan tersebut jelas merupakan upaya untuk merusak peluang partai dalam pemilu, dan masalah tersebut akan diputuskan di pengadilan.

AfD saat ini merupakan partai terbesar dari empat partai oposisi di parlemen nasional dan memiliki anggota di 16 majelis pada tingkat negara bagian.

Partai tersebut semakin mantap menganut aliran kanan sejak didirikan pada 2013 untuk mengecam mata uang gabungan euro. AfD dalam beberapa tahun terakhir mendapat kecaman keras karena retorika anti-imigran dan hubungannya dengan neo-Nazi. Beberapa anggota AfD bersimpati dengan penyerbuan di gedung Capitol Amerika pada 6 Januari.

Beberapa tokoh senior yang mundur dalam beberapa tahun terakhir memperingatkan bahwa partai itu diambil alih oleh ekstremis sayap kanan.

Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan dukungan untuk AfD merosot pada angka 9 persen setelah memenangkan 12,6 persen suara pada 2017. [my/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG