Tautan-tautan Akses

Badai Irma dan Kenaikan Produksi Libya Picu Penurunan Harga Minyak


Kawasan industri Houston Timur, tempat berbagai kilang petrokimia dan kilang minyak. (E. Lee/VOA)

Harga Minyak mentah turun hari Kamis (7/9) dipicu kekuatiran Badai Irma di Karibia akan mengganggu pengiriman minyak mentah dari dan ke Amerika Serikat serta meningkatnya produksi dari Libya, menurut laporan kantor berita Reuters.

Kontrak berjangka minyak Amerika West Texas Intermediate turun 18 sen atau 0.4 persen menjadi 48,98 dolar per barel pada 0687 GMT, namun masih mendekati harga tertinggi dalam tiga minggu yang dicapai dalam sesi perdagangan sebelumnya.

Kontrak berjangka minyak Brent, harga acuan untuk minyak yang diperdagangkan di luar Amerika, turun 21 sen atau 0.4 persen menjadi 53,99 dolar per barel. Harga ini masih mendekati harga tertinggi di bulan Mei yang dicapai sehari sebelumnya.

Fasilitas-fasilitas kilang minyak di pesisir Teluk Amerika mulai pulih dari dampak yang merusak dari Badai Harvey, yang menghantam Louisiana dan Texas hampir 2 minggu lalu, menutup infrastruktur utama di jantung industri minyak dan gas Amerika.

Hingga Rabu, sekitar 3,8 juta barel kapasitas harian kilang minyak atau 20 persen, ditutup, walaupun sejumlah kilang dan pelabuhan produk bahan bakar minyak sedang dalam proses untuk mulai beroperasi.

Sementara dampak-dampak dari badai Harvey perlahan mereda, Badai Irma mulai menghantam kepulauan Karibia selama semalam dengan rata-rata kecepatan angin 185 mil per jam (295 kilimeter per jam). Badai Irma sedang menuju Florida di mana dilaporkan kekurangan pasokan bahan bakar karena banyak pom bensin yang kewalahan memenuhi lonjakan permintaan konsumen yang sedang mengisi bahan bakar untuk persiapan ketika badai yang diperkirakan akan datang akhir pekan ini.

Badai Atlantik lainnya, Badai Joe, akan menghantam setelah Badai Irma dan telah dinaikan statusnya oleh Pusat Badai Nasional Amerika. Selain itu masih ada badai Katia yang sedang bergulung di Teluk Meksiko.

Di luar pasar Amerika Serikat, menurut bank ANZ, pulihnya pasokan dari ladang minyak Sharara, lapangan minyak terbesar di Libya tidak akan terlalu mendukung kenaikan harga minyak.

Lapangan Sharara memulai kembali produksi hari Rabu setelah pipanya ditutup oleh kelompok bersenjata selama dua minggu, menurut sumber-sumber industri minyak Libya. [fw/au]

XS
SM
MD
LG