Tautan-tautan Akses

Australia Desak China Bebaskan Janda Liu Xiaobo


Liu Xia, istri mendiang Liu Xiabo, memegang foto almarhum dalam acara pemakaman di rumah duka di Shenyang, timurlaut Provinsi Liaoning, China, Sabtu 15 Juli 2017 (foto: Biro Informasi Kotamadya Shenyang lewat AP)

Australia hari Minggu meminta China mencabut larangan terhadap janda pembangkang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo, yang meninggal karena kanker hati dalam tahanan minggu lalu.

Liu Xiaobo, usia 61 tahun, dijatuhi hukuman penjara 11 tahun pada tahun 2009 karena "menghasut subversi kekuasaan negara" setelah membantu menulis petisi yang dikenal sebagai "Piagam 08", menyerukan reformasi politik yang luas di China.

Istrinya, Liu Xia, berada di rumah sakit ketika kesehatan Xiaobo memburuk selama beberapa minggu terakhir, tetapi efektif dalam tahanan rumah sejak suaminya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2010.

"Kami mengimbau pemerintah China agar mencabut larangan perjalanan terhadap istrinya dan membebaskannya dari tahanan rumah," ujar Menteri Luar Negeri Julie Bishop kepada Australian Broadcasting Corp.

Seorang pejabat China di Shenyang hari Sabtu mengatakan janda Liu "saat ini bebas", dan bahwa sebagai warga China, haknya akan dilindungi. Tetapi ia tidak mengungkap di mana janda Liu berada.

Komentar itu mungkin akan menjengkelkan China, yang mengajukan "representasi tegas" terhadap negara-negara Barat yang memberi komentar tentang Liu Xiaobo, dan menambah ‘panas’ hubungannya dengan Australia.

Australia bergantung pada China sebagai mitra dagang terbesarnya, tetapi China mencurigai hubungan militer Australia yang dekat dengan Amerika. Kecurigaan China berkembang di Australia akhir-akhir ini, dipicu kekhawatiran China menggunakan pengaruhnya yang berkembang untuk menggeser opini publik mengenai isu-isu kebijakan yang sensitif dan kritik yang pedas. [ka]

XS
SM
MD
LG