Tautan-tautan Akses

AS

Atasi Perubahan Iklim dengan Truk Diesel Ramah Lingkungan


Ratusan pengemudi truk saat berunjuk rasa di sekitar Gedung Capitol di Washington, D.C., 22 Februari 2000, memprotes kenaikan harga diesel. (Foto: dok).

Presiden Biden merencanakan sebuah program yang disebutnya Revolusi Energi Bersih untuk mengatasi perubahan iklim. Industri diesel yang sudah mengalami revolusi satu dekade yang lalu, guna memenuhi standar lingkungan yang lebih ketat, kini mendapat manfaat dari inisiatif “hijau” yang dilancarkannya.

Dua puluh tahun yang lalu sulit membayangkan sesuatu yang lebih merugikan lingkungan selain truk diesel, yang mengeluarkan asap tebal berwarna hitam disertai unsur pencemar lainnya.

John Force, pengemudi truk pada tahun 60-an, gemar mengenang kembali masa mudanya, tetapi juga gembira karena diesel “yang ramah lingkungan” sudah menjadi sebuah kenyataan sekarang.

“Itu sebabnya kalau Anda lihat ke kota-kota di seluruh Amerika, di seluruh dunia, seandainya mereka tidak berhasil menciptakan produk baru, kalau mereka tidak menghasilkan kendaraan ini, maka kita menghancurkan dunia yang kita huni, anak-anak kita menyaksikan era yang lain,” jelasnya.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika atau EPA yang mengharuskan semua truk disel, mulai tahun 2010, mengurangi emisi unsur partikulat dan oksida nitrogen ke tingkat nol. (Foto: ilustrasi).
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika atau EPA yang mengharuskan semua truk disel, mulai tahun 2010, mengurangi emisi unsur partikulat dan oksida nitrogen ke tingkat nol. (Foto: ilustrasi).

Desakan bagi mesin diesel yang lebih bersih berasal dari persyaratan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika atau EPA yang mengharuskan semua truk diesel, mulai tahun 2010, mengurangi emisi unsur partikulat dan oksida nitrogen ke tingkat nol.

Fasilitas Old World Industries di California Selatan membuat Blue DEF, bahan sejenis urea untuk otomotif. Bahan kimia dicampurkan ke dalam pupuk, dan disebut cairan knalpot diesel dan dianggap penting untuk “membersihkan” asap knalpot.

Truk Dengan Emisi Disel Bersih
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:46 0:00

Teknologi yang mendasari penggunaan Blue DEF ini adalah Selective Catalytic Reduction (SCR) atau Pengurangan Katalitik Selektif, dan prosesnya termasuk memasukkan BlueDEF ke dalam saluran knalpot mesin diesel, sehingga terjadi perubahan oksida nitrogen menjadi nitrogen dan air, unsur-unsur yang ada di dalam udara yang kita hirup. Lewat cara ini maka persyaratan EPA terpenuhi.

“Di beberapa daerah paling tercemar di Amerika, misalnya di Los Angeles, generasi truk diesel baru, knalpotnya, yang keluar dari truk-truk ini lebih bersih dibandingkan masa-masa pencemaran tinggi di masa lalu,” kata Allen Schaefer, direktur eksekutif dari Diesel Technology Forum.

Amerika mengoperasikan lebih dari 133 juta kendaraan truk diesel di jalan-jalan rayanya pada 2012, angka terakhir yang diperoleh dari Departemen Perhubungan Amerika.

Selain membantu pelestarian lingkungan, teknologi juga berhasil meningkatkan efisiensi bahan bakar, dimana beberapa mesin diesel yang dilengkapi teknologi SCR mengkonsumsi bahan bakar 3-5 persen, kadang-kadang sampai 10 persen, lebih sedikit dibandingkan mesin pendahulunya. Penghematan ini sangat bermakna, apalagi untuk truk Kelas 8, yang bobotnya mencapai 15 ribu kilogram.

Sebuah truk melewati pom bensin di Barstow, California, 1 April 2008. (Foto: dok).
Sebuah truk melewati pom bensin di Barstow, California, 1 April 2008. (Foto: dok).

“Ketika Anda bicara tentang peralatan berat, yakni truk Kelas 8 ini, penghematan bahan bakar 5 sampai 10 persen benar-benar signifikan, bahan bakar solar merupakan biaya terbesar dari biaya operasi truk Kelas 8 ini, sehingga pencapaian efisiensi yang kita peroleh jauh lebih besar dari pada harga bahan DEF Blue ini,” kata Charles Culverhouse, CEO Old World Industries.

BlueDEF seharga $13 diperlukan untuk setiap 400 liter bahan bakar solar. Industri diesel berharap, penghematan bahan bakar ini dalam jangka panjang akan menutup biaya investasi awal teknologi ini. [jm/my]

XS
SM
MD
LG