Tautan-tautan Akses

AS

AS Tuduh Rusia di Balik Penyebaran Disinformasi Virus


Gedung pemerintah Rusia, Kremlin di Moskow (foto: ilustrasi). AS menuduh intelijen Rusia menyebarkan disinformasi tentang pandemi Covid-19.

Sejumlah pejabat AS menyatakan intelijen Rusia menyebarkan informasi tentang pandemi virus corona melalui situs jaringan berbahasa Inggris. Tujuannya adalah untuk mengeksploitasi krisis yang sedang diperjuangkan untuk diatasi di Amerika sebelum pemilihan presiden pada November mendatang.

Para pejabat Rusia itu menolak tuduhan itu dan menyebutnya "teori konspirasi" dan "fobia yang tak habis-habisnya". Salah satu situs yang diidentifikasi pihak AS telah memposting bantahan dan menyebut tuduhan AS bahwa pihaknya terkait dengan intelijen militer Rusia atau terlibat propaganda sebagai “kepalsuan.”

Kepada Associated Press, para pejabat AS tersebut memberitahu dua warga Rusia yang memiliki jabatan senior dalam dinas intelijen militer itu telah diidentifikasi bertanggung jawab atas upaya disinformasi itu.

Informasi itu tadinya digolongkan sebagai rahasia, tetapi pejabat AS mengatakan, informasi itu sudah di-deklasifikasikan supaya mereka lebih bebas membahasnya.

Para pejabat itu menjelaskan mereka melakukan hal itu untuk memperingatkan tentang situs-situs tertentu dan memaparkan apa yang menurut mereka merupakan hubungan yang jelas antara situs tersebut dan intelijen Rusia.

Antara akhir Mei dan awal Juli, kata seorang pejabat, situs web tersebut menerbitkan sekitar 150 artikel tentang respons pandemi, termasuk liputan yang ditujukan untuk mendukung Rusia atau memojokkan A.S.

Di antara tajuk utama yang menarik perhatian para pejabat AS itu adalah "Bantuan COVID-19 Rusia kepada AS Perlonggar Ketegangan Kedua Negara," yang menyatakan Rusia memberikan bantuan segera dan substantif kepada AS dalam memerangi pandemi, dan "Beijing Meyakini COVID- 19 Merupakan Senjata Biologis," yang memperkuat pernyataan yang berasal dari China. [mg/jm]

Lihat komentar (3)

XS
SM
MD
LG