Tautan-tautan Akses

AS Tidak Sedang Bahas Impor Minyak dari Venezuea


Pompa bensi Citgo, anak perusahaan perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA yang berbasis di AS, di Washington, DC, 31 Januari 2019. (Foto: ilustrasi).
Pompa bensi Citgo, anak perusahaan perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA yang berbasis di AS, di Washington, DC, 31 Januari 2019. (Foto: ilustrasi).

AS sedang tidak membahas impor minyak dari Venezuela yang otoriter, kata Gedung Putih hari Senin (15/3), meredam spekulasi bahwa Washington mungkin dapat meminta Caracas membantu mengatasi pasokan yang sangat terbatas.

AS tidak mengakui Presiden Nicolas Maduro yang berhaluan kiri sebagai pemimpin sah Venezuela.

Namun, Presiden Joe Biden sedang mencari cara untuk mengurangi tekanan terhadap harga minyak akibat pandemi COVID-19 dan perang sekarang ini yang dilancarkan produsen minyak utama, Rusia, terhadap Ukraina.

Gustavo Cardenas bersama putrinya, Maria Mercedes, di rumah mereka di Houston, 9 Maret 2022. (Maria Elena Cardenas via AP).
Gustavo Cardenas bersama putrinya, Maria Mercedes, di rumah mereka di Houston, 9 Maret 2022. (Maria Elena Cardenas via AP).

Spekulasi berkembang pekan lalu terkait potensi mencairnya hubungan antara AS dan Venezuela setelah negara di Amerika Selatan itu membebaskan dua tahanan warga Amerika, termasuk seorang mantan eksekutif perusahaan minyak raksasa CITGO. Ini berlangsung beberapa hari setelah satu delegasi tingkat tinggi AS bertemu dengan Maduro.

Eksekutif CITGO itu, Gustavo Cardenas, adalah seorang dari apa yang disebut "CITGO 6" –lima warga Amerika kelahiran Venezuela dan satu orang penduduk tetap AS – yang telah ditahan di Venezuela sejak 2017, dengan tuduhan korupsi.

Pertemuan antara delegasi AS dan Maduro itu dianggap sebagai kemungkinan titik balik hubungan, setelah AS mengakhiri operasi kedutaannya di Venezuela pada tahun 2019, setelah Maduro mengklaim kemenangan dalam pemilu 2018 yang dianggap tidak sah oleh banyak negara.

Bersama dengan lebih dari 50 negara, AS mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara dan memberlakukan serangkaian sanksi dalam upaya untuk menyingkirkan penguasa sosialis itu, termasuk dengan menetapkan embargo impor minyak. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG