Tautan-tautan Akses

AS Mulai Adili Tersangka Serangan Teror di Benghazi


Gambar pembacaan dakwaan terhadap tersangka teroris Ahmed Abu Khatallah (kanan) didampingi pengacaranya Michelle Peterson (28/6).
Gambar pembacaan dakwaan terhadap tersangka teroris Ahmed Abu Khatallah (kanan) didampingi pengacaranya Michelle Peterson (28/6).

Tersangka teroris Libya, Ahmed Abu Khatallah mengaku tidak bersalah terhadap tuntutan-tuntutan terorisme di pengadilan federal Washington DC.

Tersangka pemimpin jaringan serangan mematikan tahun 2012 terhadap konsulat Amerika di Benghazi, Libya mengaku tidak bersalah terhadap tuntutan-tuntutan terorisme di pengadilan federal Washington DC.

Dalam sidang dengar pendapat selama 10 menit yang berlangsung di tengah penjagaan ketat, Ahmed Abu Khatallah mendengar proses persidangan dengan terjemahan bahasa Arab melalui headphone.

Amerika menuduh Khatallah memimpin konspirasi serangan teroris 11 September 2012 yang menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya.

Kejahatan itu bisa dikenai hukuman penjara seumur hidup, tetapi pemerintah Amerika diperkirakan akan mengajukan tuntutan tambahan yang bisa memicu dijatuhkannya hukuman mati.

Sidang pengadilan Khatallah berikutnya dijadwalkan hari Rabu.

FBI dan pasukan khusus Amerika menangkap Khatallah awal Juni ini di dekat Benghazi. Pihak berwenang telah menginterogasi Khatallah di sebuah kapal angkatan laut yang membawanya ke Amerika.

Faksi Republik di Kongres menuduh pemerintah Obama dan Departemen Luar Negeri lalai memberikan pengamanan yang cukup di daerah yang rawan terorisme.

Kasus ini juga menguji niat pemerintah Obama untuk mengadili tersangka teror di pengadilan sipil, di tengah kecaman faksi Republik yang mengatakan para tersangka semacam itu tidak berhak mendapat perlindungan sistem hukum Amerika.

XS
SM
MD
LG