Tautan-tautan Akses

AS Menepis Klaim Senjata Nuklir Rusia


Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap membawakan pidato kenegaraan tahunan, di Moskow, 1 Maret 2018.

Amerika Serikat menepis serangkaian klaim Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa ia memiliki sederet senjata nuklir strategis baru yang dapat menghantam sasaran di mana saja di dunia.

Gedung Putih dan Departemen Pertahanan, Kamis (1/3), menepis klaim itu sebagai retorika dengan mengatakan upaya Rusia memodernisasi kekuatan nuklirnya tidak mengejutkan dan tidak banyak mengusik Amerika.

“Presiden Putin hanya menegaskan apa yang sudah lama diketahui Amerika. Rusia sudah lebih sepuluh tahun mengembangkan sistem senjata yang mengganggu kestabilan dan melanggar kewajibannya dalam perjanjian,” kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.

“Amerika maju terus memodernisasi senjata nuklir kita dan memastikan kekuatan kita tidak bisa ditandingi,” tambahnya sambil menunjuk pada anggaran baru sebesar 700 miliar dolar untuk pertahanan.

Para pejabat pertahanan Amerika juga mengatakan klaim Rusia itu sama sekali tidak mengejutkan.

“Kami senantiasa mengamati Rusia. Senjata yang dikatakan Putin itu sudah lama dalam proses pengembangan. Rakyat Amerika harus yakin bahwa kita sepenuhnya siap,” kata juru bicara Pentagon Dana White.

Dalam pidato tahunan mengenai keadaan negara hari Kamis, Presiden Putin menyumbar tentang kehebatan senjata barunya termasuk senjata nuklir yang tidak dapat dicegat dan disergap.

Ia mengatakan terobosan Rusia di bidang teknologi dapat memberi militernya kedudukan global baru. “Mereka tidak berhasil menahan Rusia. Sekarang mereka harus memperhitungkan realita baru ini” katanya merujuk pada Amerika dan sekutu Barat.

Putin menambahkan senjata baru itu termasuk rudal jelajah bertenaga nuklir, senjata laser, drone bawah permukaan air bertenaga nuklir dan misil hypersonic baru. Ia mengklaim semua senjata itu tidak ada bandingnya dan membuat pertahanan NATO pimpinan Amerika “tidak ada artinya." [as]

XS
SM
MD
LG