Tautan-tautan Akses

AS Masukkan Pengawal Revolusi Iran ke dalam Daftar Teroris Asing


Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo di kantor Deplu AS, 8 April 2019. (Foto: dok).
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo di kantor Deplu AS, 8 April 2019. (Foto: dok).

Pemerintahan Trump, Senin (8/4) mengumumkan bahwa mereka memasukkan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dan unit Pasukan Quds sebagai organisasi teroris asing.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo, Senin (9/4) mengatakan militer Iran dimasukkan ke dalam daftar kelompok-kelompok teroris yang telah disponsorinya. Dengan dimasukkannya Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris berarti Amerika Serikat akan bisa menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran dan melumpuhkan berbagai bisnis yang membiayai militer.

Pasukan elit Pengawal Revolusi Iran adalah cabang dari angkatan bersenjata negara yang didirikan setelah Revolusi Islam 1979 itu. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan para penguasa Iran telah menggunakan kekuatan itu selama 40 tahun terakhir untuk mengekspor revolusi rezim dengan segala cara yang memungkinkan.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menjelaskan, “IRGC menyamar sebagai organisasi militer yang sah, tetapi tidak ada di antara kita yang bisa dibodohi. IRGC secara teratur melanggar hukum perang. Ia merencanakan, mengatur dan melaksanakan kampanye teror di seluruh dunia.”

Pompeo mengatakan Pengawal Revolusi Iran dan unit rahasianya Pasukan Quds kini akan masuk ke dalam daftar kelompok teror yang didukungnya, seperti Hizbullah di Lebanon, Hamas di Palestina dan brigade Hizbullah di Irak.

Para pejabat Amerika mengatakan penggolongan itu akan mempengaruhi bisnis Iran, yang membantu penyediaan dana untuk membiayai unit keamanan dan aktivitas terorisnya.

Brian Hook, direktur perencanaan kebijakan di Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan, “Kami juga mencap organisasi ini. Kami menunjukkannya kepada dunia, seperti yang baru saja dikatakan oleh menteri luar negeri, risiko bekerja sama dengan IRGC, yang menurut perkiraan mengendalikan sekitar separuh perekonomian Iran.”

Sebagai tanggapan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran hari Senin menyebut Komando Sentral Amerika (CENTCOM) sebagai organisasi teroris dan menyebut pemerintah Amerika sebagai sponsor teror.

AS Masukkan Pengawal Revolusi Iran ke dalam Daftar Teroris Asing
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:03 0:00

Baik Amerika Serikat maupun Iran mendukung pasukan yang memerangi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Tetapi, Amerika Serikat menyalahkan milisi yang didukung oleh Iran di Irak karena menewaskan lebih dari 600 tentara Amerika dan selama beberapa dekade menarget tentara Amerika di seluruh dunia.

Mengenai pertanggung jawaban Iran yang telah mengakibatkan kematian tentara Amerika di Irak tersebut Menteri Pompeo menambahkan, “Anehnya, rezim Iran tidak dimintai pertanggungjawaban oleh komunitas internasional atas kematian para tentara Amerika itu. Jauh dari serangan sewenang-wenang terhadap Iran, kampanye tekanan yang kami lakukan sebenarnya merupakan pemberlakukan konsekuensi yang telah lama tertunda terhadap kegiatan jahat rezim Iran.”

Langkah Amerika untuk memasukkan IRGC dan Pasukan Quds ke dalam daftar organisasi teroris asing itu akan mulai berlaku Senin depan. [lt]

XS
SM
MD
LG