Tautan-tautan Akses

AS Lancarkan Serangan Udara Terhadap Fasilitas Milisi Dukungan Iran di Suriah


Sepasang jet tempur Angkatan Udara AS terbang di atas Irak bagian utara setelah melancarkan serangan di Suriah, 23 September 2014.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (25/2) memerintahkan serangan udara militer AS di Suriah timur terhadap fasilitas, yang menurut Pentagon, dimiliki oleh milisi yang didukung Iran.

Serangan itu adalah respons terhadap serangan roket baru-baru ini yang menyasar kepentingan AS di Irak.

Serangan tersebut tampaknya memiliki ruang lingkup terbatas, berpotensi menurunkan risiko eskalasi.

Keputusan Biden untuk menyerang hanya di Suriah dan bukan di Irak, setidaknya untuk saat ini, juga memberi pemerintah Irak ruang bernafas selagi melakukan penyelidikannya sendiri terhadap serangan 15 Februari yang melukai warga Amerika.

“Atas arahan Presiden Biden, pasukan militer AS sebelumnya malam ini melakukan serangan udara terhadap infrastruktur yang digunakan oleh kelompok militan yang didukung Iran di Suriah timur,” kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan.

“Presiden Biden akan bertindak untuk melindungi personel Amerika dan koalisi. Pada saat yang sama, dengan sengaja kami telah bertindak yang bertujuan untuk mendinginkan situasi secara keseluruhan di Suriah timur dan Irak,” kata Kirby.

Dia menambahkan bahwa serangan itu menghancurkan banyak fasilitas di titik kontrol perbatasan yang digunakan oleh sejumlah kelompok militan yang didukung Iran, termasuk Kata'ib Hezbollah (KH) dan Kata'ib Sayyid al-Shuhada (KSS).

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan keputusan untuk melakukan serangan ini dimaksudkan untuk mengirim sinyal bahwa meski Amerika Serikat ingin menghukum milisi, Amerika tidak ingin situasi berubah menjadi konflik yang lebih besar.

Belum jelas kerusakan apa saja yang disebabkan dan apakah ada korban akibat serangan Amerika itu. [lt/ka]

XS
SM
MD
LG