Tautan-tautan Akses

AS, Korsel Tunda Latihan Militer pasca Olimpiade Musim Dingin


Stasiun televisi Korea Selatan melaporkan bahwa Presiden Korsel Moon Jae-in dan Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan via telepon dan sepakat menunda latihan militer bersama AS-Korsel hingga pasca Olimpiade Musim Dingin.

Amerika Serikat dan Korea Selatan memutuskan untuk menunda latihan militer gabungan hingga setelah Olimpiade Musim Dingin bulan depan, menurut pejabat kedua negara.

Kantor kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru, mengatakan keputusan itu diambil dalam pembicaraan telepon antara Presiden Donald Trump dan Presiden Moon Jae-in hari Kamis (4/1).

Juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning mengatakan, “Kementerian Pertahanan mendukung keputusan presiden dan apapun yang terbaik demi kepentingan aliansi Amerika Korea Selatan.

Latihan militer gabungan tahunan yang disebut Foal Eagle itu biasanya dilakukan antara Februari dan April, dan merupakan salah satu latihan militer terbesar di dunia. Latihan itu melibatkan kekuatan darat, udara, laut, dan operasi khusus untuk meningkatkan kewaspadaan guna mempertahankan Korea Selatan dan kawasan. Korea Utara selalu menyatakan keberatan atas latihan itu.

Pengumuman itu dikeluarkan sementara hari Kamis Presiden Trump mengatakan ia berhasil membuat perundingan dimulai kembali antara Korea Selatan dan Utara. Dalam cuitan Twitter Trump mengatakan itu terjadi berkat kepemimpinannya yang tegas dan kuat.

“Dengan semua pakar ikut bicara, adakah orang percaya bahwa perundingan dan dialog akan berlangsung antara Korea Selatan dan Utara jika saya tidak tegas dan mau mengomit kekuatan penuh kita untuk menghadapi Korea Utara. Perundingan adalah baik.”

Hari Rabu, Korea Selatan dan Utara membuka kembali hubungan telepon langsung lintas batas yang ditutup sejak tahun 2016, setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menawarkan untuk mengirim kontingen atlit ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan bulan depan. Setelah hubungan telepon dibuka kembali, Korea Selatan mengukuhkan bahwa pejabat kedua negara melakukan pembicaraan selama 20 menit, menurut kantor berita Associated Press.

Seoul juga menanggapi uluran tangan Kim Jong Un dengan mengusulkan perundingan tingkat tinggi Selasa depan untuk membahas hal-hal yang menjadi kepentingan bersama, termasuk kemungkinan partisipasi Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin bulan Februari di Korea Selatan.

Selama beberapa bulan terakhir Korea Utara disorot dengan seksama oleh masyarakat internasional karena melakukan beberapa peluncuran misil, dan uji coba nuklir ke enam yang paling kuat selama ini.

Pyongyang meremehkan sanksi-sanksi baru dan retorika keras pemerintahan Trump dan terus mengembangkan senjata nuklir, yang menurut Pyongyang dilakukan untuk membela diri dari agresi Amerika. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG