Tautan-tautan Akses

AS

AS Kembali Tolak Sebut China Sebagai Manipulator Mata Uang 


Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin berbicara dalam pertemuan Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan, 16 Oktober 2018, di Departemen Keuangan di Washington.

Pemerintahan Trump kembali menolak untuk menyebut China sebagai manipulator mata uang. Tetapi mengatakan Amerika menempatkan China dan lima negara lainnya dalam daftar pengawasan.

"Khususnya terkait kurangnya transparansi mata uang dan melemahnya mata uang China baru-baru ini," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam laporan dua tahunannya kepada Kongres.

"Kedua hal itu menjadi tantangan besar untuk mencapai perdagangan yang lebih adil dan lebih seimbang dan kita akan terus memantau dan meninjau praktek mata uang China, termasuk terus berunding dengan Bank Rakyat China," kata Mnuchin.

Mnuchin mengatakan China bersama Jerman, India, Jepang, Korea Selatan dan Swiss - akan dimasukkan dalam daftar negara yang praktik mata uangnya membutuhkan apa yang dikatakan laporan itu "diamati secara cermat".

Pemerintah-pemerintah memanipulasi mata uang dengan menjaga nilai tukarnya secara artifisial rendah agar barang dan jasanya lebih murah di pasar dunia.

Tapi itu membuat mitra dagang dan yang negara lainnya dirugikan.

Presiden Donald Trump sepanjang kampanyenya berjanji untuk mencap China sebagai manipulator mata uang setelah ia menjabat. Namun, sejauh ini menolak untuk melakukannya.

Sebaliknya, Trump telah memberlakukan tarif impor miliaran dolar terhadap China untuk mengatasi apa yang dikatakannya sebagai praktek perdagangan yang tidak adil dan defisit. [my]

XS
SM
MD
LG