Tautan-tautan Akses

AS

AS Jatuhkan Bom Terbesar Terhadap ISIS di Afghanistan


GBU-43 MOAB (Foto: wikimedia).

Jet tempur Amerika menjatuhkan bom terbesar dalam persenjataan Amerika, bom seberat 10 ribu kilogram yang dijuluki “the mother of all bomb” terhadap kompleks perlindungan bawah tanah ISIS di propinsi Nangarhar, Afghanistan utara hari Kamis (13/4).

Kementerian pertahanan Afghanistan mengatakan dalam siaran pers resmi hari Jumat (14/4) bahwa bom itu menewaskan 36 anggota militan ISIS dan menghancurkan sejumlah besar senjata. Menurut pernyataan itu tidak ada korban sipil dalam serangan tersebut.

Siaran pers lain dari kantor Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan operasi itu berlangsung dalam koordinasi dengan Pasukan Keamanan dan Pertahanan Afghanistan. Ditambahkan bahwa pasukan Afghanistan juga berkolaborasi dengan misi Resolute Support NATO untuk memerangi kelompok teroris lainnya.

"Serangan udara ini dirancang untuk mendukung upaya ANSF (Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan) dan pasukan AS serta untuk meminimalkan risiko bagi pasukan ANSF dan AS," demikian pesan twitter kantor Ghani pada hari Kamis. "Tindakan pencegahan telah diambil untuk menghindari korban sipil dalam serangan udara ini."

Bom yang dijuluki “the mother of all bomb” (MOAB) dibuat lebih dari satu dekade lalu dan belum pernah digunakan dalam pertempuran. Juru bicara gubernur Nangarhar Attaullah Khoghyani, mengatakan kepada VOA pejabat setempat tidak diberi tahu mengenai rencana pengeboman itu sebelumnya.

Dari Washington, Presiden Donald Trump mengisyaratkan serangan militer terhadap ekstremis ISIS mendapat ijin sepenuhnya. Ia mengelak dari pertanyaan mengenai tujuan misi itu, tapi mengisyaratkan kemungkinan untuk mengirim pesan kepada Korea Utara yang dikabarkan tidak lama lagi merencanakan uji coba senjata nuklir lainnya.

“Saya tidak tahu apakah ini mengirim pesan kepada Korea Utara. Tidak membawa perbedaan jika ya atau tidak” kata Trump kepada wartawan hari Kamis di Gedung Putih. “Korea Utara adalah masalah. Masalah itu akan diselesaikan”.

Pentagon dalam pernyataan mengatakan bahwa bom GBU-43- nama militer resminya, dijatuhkan pagi hari di kompleks terowongan ISIS di distrik Achin provinsi Nangarhar dekat perbatasan dengan Pakistan. [as]

XS
SM
MD
LG