Tautan-tautan Akses

AS

AS Imbau Arab Saudi Serahkan Jasad Khashoggi kepada Pihak Keluarga


Para aktivis melakukan aksi protes pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, di depan konsulat Saudi di Istanbul, Turki (25/10).

Deputi juru bicara Departemen Luar Negeri Robert Palladino mengatakan Amerika Serikat menginginkan agar Arab Saudi menunjukkan lokasi sisa-sisa jasad kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi dan mengembalikannya ke keluarga yang bersangkutan untuk dimakamkan sesegera mungkin.

Pihak berwenang Turki mengatakan wartawan Saudi berusia 59 tahun itu dibunuh dengan cekikan segera setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, sebelum tubuhnya “dimutilasi.”

Para sahabat dan keluarga wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, yang selama ini tinggal di Amerika dan yang belum lama ini dibunuh di Istanbul, Turki, menyampaikan permohonan mendesak agar jasad Khashoggi diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Fatih Oke dari Asosiasi Media Turki-Arab menyatakan, “Prioritas kami sekarang, sama dengan keluarga Khashoggi, untuk menerima setidaknya bagian dari tubuh Jamal Khashoggi dan mengikuti wasiatnya untuk dimakamkan di Madinah, Madinah Munawara, di Makam Jannatul Baqi. Kami ingin agar ini menjadi kenyataan. Kami mendesak seluruh dunia untuk memberikan tekanan yang diperlukan, tekanan internasional, pada pemerintah Saudi untuk menemukan jenazahnya, untuk dapat menguburnya, bahkan sebelum menemukan orang-orang yang bertanggung jawab, dan sebelum masalah ini ditutup-tutupi.”

Hari Kamis (1/11), Departemen Luar Negeri Amerika ikut menyampaikan seruan agar Arab Saudi menemukan dan mengembalikan jasad Jamal Khashoggi.

Sementara itu, dalam jumpa pers hari Rabu (31/101), Presiden Donald Trump ditanya apakah dia merasa penguasa Saudi telah mengkhianatinya dengan membunuh Khashoggi.

Presiden Trump memberikan jawabannya, “Tidak mengkhianati saya, tidak. Saya hanya berharap semua berjalan lancar. Kami punya banyak fakta. Kami punya banyak bukti yang kami kumpulkan. Mereka tidak mengkhianati saya, tidak. Mungkin mereka mengkhianati diri mereka sendiri.”

Sebagian analis mengatakan bahwa pembunuhan Jamal Khashoggi oleh Arab Saudi, dan penyangkalan awal mereka, yang kemudian diikuti dengan pengalihan penjelasan tentang apa yang terjadi pada Khashogi telah menempatkan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman, kini dalam posisi yang lemah.

Berbagai kalangan mengatakan bahwa Amerika kini memiliki pengaruh lebih besar atas Arab Saudi, termasuk bisa menekan kerajaan itu agar mengakhiri konflik mematikan di Yaman, yang setengah penduduknya, yakni 14 juta orang, kini berada dalam risiko kelaparan.

Hilal Khashan dari Universitas Amerika di Beirut menyatakan pendapatnya, “Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa pembunuhan Jamal Khashoggi ini telah menimbulkan tekanan kuat pada Saudi agar mengakomodasi gencatan senjata di Yaman dan juga membuat konsesi di tempat-tempat lain.”

Hari Selasa (30/10), Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menandai perubahan besar dalam kebijakan Amerika Serikat dengan mengatakan bahwa kini telah tiba waktunya untuk menghentikan permusuhan di Yaman. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG